Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Donald Trump Tidak Lanjut Serang Fasilitas Nuklir Iran, Minta Teheran Segera Berunding

Lambertus Hurek • Senin, 23 Juni 2025 | 17:24 WIB
Presiden AS Donald J. Trump
Presiden AS Donald J. Trump

RADAR SURABAYA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memilih untuk tidak melanjutkan serangan militer ke Iran setelah aksi bombardir terhadap fasilitas nuklir negara itu, akhir pekan lalu. Ia justru kini mendorong tercapainya kesepakatan damai dengan Teheran.

Minggu (22/6), Trump langsung menghubungi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tak lama setelah operasi militer digelar. Dalam percakapan itu, Trump mengabarkan hasil serangan dan menyampaikan bahwa target berikutnya bukan serangan lanjutan, melainkan perdamaian.

“Presiden tidak ingin eskalasi berlanjut. Ia siap jika Iran melakukan serangan balasan, tapi ia sudah menyatakan kepada Netanyahu bahwa dirinya menginginkan perdamaian,” kata seorang pejabat AS kepada Axios.

Sikap tersebut juga dikonfirmasi oleh pejabat Israel. “Amerika sudah menyampaikan dengan jelas bahwa mereka ingin mengakhiri putaran ini. Mereka tak keberatan jika kami (Israel) melanjutkan operasi, tapi bagi mereka, cukup sampai di sini,” ujarnya.

Sebelum serangan AS, Israel disebut-sebut telah melumpuhkan sejumlah sistem pertahanan udara Iran dalam waktu 48 jam. Hal ini dilakukan atas permintaan langsung dari Washington. Menurut sumber di kedua negara, AS bahkan memberikan daftar target sistem pertahanan Iran yang perlu dihancurkan lebih dulu sebelum menggempur fasilitas nuklir Fordow.

Serangan AS sendiri melibatkan kekuatan penuh. Enam bom bunker-buster dijatuhkan ke Fordow oleh pesawat siluman B-2. Tak hanya itu, puluhan rudal jelajah juga ditembakkan dari kapal selam ke situs nuklir di Natanz dan Isfahan.

Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Angkatan Udara Dan Caine, menyebut lebih dari 125 pesawat dilibatkan dalam operasi besar ini. Termasuk jet tempur, pesawat pengisian bahan bakar, kapal selam peluncur rudal, hingga pesawat mata-mata.

“Operasi ini sangat sukses,” tegas Trump dalam pernyataannya.

Serangan balasan antara Teheran dan Tel Aviv memang makin panas sejak 13 Juni lalu. Israel lebih dulu menggempur wilayah Iran dengan serangan udara besar-besaran ke fasilitas militer dan nuklir. Iran kemudian membalas dengan rentetan rudal ke wilayah Israel.

Akibat konflik ini, korban jiwa berjatuhan. Pemerintah Israel melaporkan 25 orang tewas dan ratusan luka-luka akibat serangan Iran. Sementara Kementerian Kesehatan Iran menyebut sedikitnya 430 orang meninggal dan lebih dari 3.500 lainnya terluka akibat serangan Israel. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#Benjamin Netanyahu #donald trump #nuklir iran #Israel #iran #Nuklir Iran Diserang #presiden as