Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Cafe Hidden Gem di Tengah Pemukiman Padat Penduduk, Tawarkan Pemandangan Kota yang Syahdu

Andy Satria • Jumat, 20 Juni 2025 | 16:59 WIB

 

HIDDEN GEM: Suasana cafe Arek yang berada di kawasan padat penduduk, kampung Ketandan, Surabaya, yang banyak di datangi pada pengunjung untuk menikmati suasana baru.
HIDDEN GEM: Suasana cafe Arek yang berada di kawasan padat penduduk, kampung Ketandan, Surabaya, yang banyak di datangi pada pengunjung untuk menikmati suasana baru.

RADAR SURABAYA - Di tengah padatnya permukiman kawasan Kampung Ketandan, Surabaya, tersembunyi sebuah kafe unik bernama Arek Cafe.

Atau yang saat ini lebih ngetren dikatakan sebagai hidden gem (permata tersembunyi).

Meski harus berjalan kaki sejauh 300 meter untuk mencapainya, pengalaman yang ditawarkan kafe ini dijamin sebanding dengan usahanya.

Salah satu daya tarik utama dari Arek Cafe adalah rooftop-nya yang menyuguhkan pemandangan gedung-gedung bertingkat di jantung Kota Surabaya.

 Tak hanya menyajikan kopi, tempat ini juga menjadi spot favorit anak muda dan keluarga yang ingin menikmati suasana kota dari perkampungan padat. 

Menurut Ahmad Ferdian selaku Head Bar Arek, sebelum direnovasi menjadi cafe, bangunan ini dulunya adalah tempat kos yang sejak awal memang memiliki area rooftop

“Bangunan ini awalnya adalah tempat kos yang memiliki rooftop. Tapi kami renovasi jadi kafe tiga lantai, tanpa menghilangkan suasana kampung yang hangat,” ujar Ahmad Ferdian, Kamis (19/6). 

Arek Cafe mengusung konsep khas Surabaya yang didominasi warna hijau, terinspirasi dari Persebaya dan semangat bonek.

Nama “Arek” pun dipilih sebagai representasi sapaan akrab khas Suroboyoan.

Tidak heran jika tempat ini kental dengan nuansa lokal, baik dari segi interior hingga menu yang ditawarkan.

Kopi dengan jenis Arabika ditawarkan di cafe ini, yang juga menyajikan aneka makanan dengan harga terjangkau.

Minuman dibanderol mulai Rp 18 ribu dan makanan mulai Rp 20 ribu, membuat kafe ini ramah di kantong, terutama bagi pelajar dan mahasiswa.

Uniknya, cafe ini ini menggunakan tagline dengan kata “Sek Waras Ta?”, sapaan khas Surabaya yang menyapa pengunjung dengan nada hangat sekaligus akrab. 

Interior di cafe ini juga dipadukan dengan berbagai pernak-pernik musik seperti poster dan piringan hitam. “Sepak bola dan musik itu satu paket, nggak bisa dipisahkan," kaya Ferdian. 

Meski berada di tengah permukiman padat, Arek Cafe tetap menjaga kenyamanan lingkungan sekitar.

Kafe ini tidak buka 24 jam, tidak menggunakan pengeras suara ke luar, dan rutin terlibat dalam kegiatan sosial kampung.

“Karena kita di lingkungan padat penduduk, kita juga ingin memberikan imbal balik yang positif bagi warga sekitar,” tambah Ferdian.

Cafe Arek ini berdiri sejak 10 November 2023, bertepatan dengan Hari Pahlawan. Semakin malam, tempat ini semakin ramai dipadati oleh muda-mudi yang mencari suasana berbeda untuk bersantai. (sam/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#cafe #hari pahlawan #surabaya #pusat kota #rooftop #ketandan #gedung bertingkat #pemukiman padat penduduk