RADAR SURABAYA – Komitmen Grand Inna Tunjungan untuk terus mengangkat kekayaan kuliner Nusantara kembali diwujudkan. Melalui gelaran “Balinese Food Festival III”, festival kuliner khas Bali ini kembali digelar dengan konsep lebih meriah dan berkesan.
Tak hanya menyuguhkan ragam kuliner lezat, acara ini juga membangkitkan atmosfer budaya Bali yang otentik di tengah hiruk-pikuk Surabaya.
Berlokasi di Pelataran Grand Inna Tunjungan, venue outdoor disulap khas nuansa Bali.
Lengkap dengan dekorasi, pencahayaan temaram, dan aroma rempah. Tak lupa sambutan hangat dari staf hotel yang memakai busana adat Bali juga turut menambah kesan etnik yang kental.
General Manager Grand Inna Tunjungan, Ni Komang Darmiati mengatakan, melalui Balinese Food Festival III, pihaknya ingin mengajak masyarakat Surabaya merasakan kehangatan budaya Bali. Tidak hanya melalui rasa tetapi juga lewat nuansa dan pengalaman menyeluruh.
“Ini adalah salah satu bentuk komitmen kami untuk terus mengangkat kearifan lokal dan menyuguhkan Indonesian experience yang autentik kepada setiap tamu,” ucapnya, Sabtu (24/5).
Dibuka dengan Tari Puspanjali, sebuah tarian penyambutan sarat makna yang menandai penghormatan, para tamu dapat mencicipi kuliner-kuliner khas Bali.
Executive Chef Grand Inna Tunjungan, Suhadi bersama tim telah menyiapkan menu-menu spesial. Seperti Ayam Betutu, Sate Lilit, Jukut Bejek, Nasi Goreng Nastutu, dan aneka jajanan pasar khas Bali.
“Semuanya disiapkan dengan bahan-bahan pilihan dan teknik memasak tradisional demi mempertahankan cita rasa aslinya,” ungkap Chef Suhadi.
Suasana Balinese Food Festival III semakin semarak dengan Tari Kecak yang dibawakan oleh Sanggar Tari Sekar Tunjung.
Tak lupa juga pertunjukan Joged Bungbung Bali yang menjadi simbol kegembiraan, interaksi sosial, dan keterbukaan dalam budaya Bali.
Mengusung konsep Indonesian experience”, Grand Inna Tunjungan berharap dapat terus menjadi pionir dalam menyuguhkan kekayaan budaya Nusantara dalam bentuk sajian kuliner. (rul)
Editor : Nurista Purnamasari