RADAR SURABAYA – Lintasan tanah basah, suara deru mesin, dan sorak penonton menyatu di Hutan Cemara, Taman Hutan Raya (Tahura) Pakal, Surabaya. Uji coba off-road yang digelar di tengah rimbunnya pepohonan itu bukan sekadar adu nyali atau manuver ekstrem.
Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ajang kolaborasi antara Pemkot Surabaya, pelaku UMKM, dan komunitas off-road yang tergabung dalam Indonesia Off-road Federation (IOF).
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang datang bersama sang istri, Rini Indriyani, ikut menjajal trek menantang. Dengan semangat tinggi, Eri turun langsung ke medan, mencoba jalur off-road sambil menyapa para peserta dan pelaku usaha yang membuka stan di sekitar lokasi.
“Kegiatan ini luar biasa. Tidak hanya menghadirkan hiburan dan tantangan, tetapi juga menggairahkan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata kota,” ujar Eri di sela-sela acara.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya Antiek Sugiharti menambahkan, Tahura Pakal memang dikembangkan sebagai kawasan konservasi yang juga ramah komunitas dan edukatif. Kegiatan seperti off-road ini membuktikan bahwa ruang terbuka hijau bisa multifungsi, termasuk untuk mendukung kegiatan pariwisata berbasis minat khusus.
“Ini jadi ajang promosi kawasan, juga sarana pemberdayaan UMKM lokal yang kami libatkan di sekitar area event. Banyak produk pangan olahan, minuman sehat, hingga tanaman hias dari pelaku usaha kecil yang kami fasilitasi,” terang Antiek.
Tak hanya komunitas off-road, warga sekitar juga terlihat antusias. Beberapa anak-anak terlihat menonton kendaraan off-road yang berlumpur, sementara orang tua mereka belanja di stan UMKM yang menjual makanan dan suvenir khas Surabaya. (*)
Editor : Lambertus Hurek