RADAR SURABAYA - Inovasi kuliner Nusantara terus berkembang seiring zaman. Demi memanjakan para pecinta kuliner, khususnya kuliner khas Indonesia yang memiliki banyak penikmat.
Salah satunya adalah kuliner khas Kota Pahlawan, yang tak pernah habis ide dan kreasi.
Grand Swiss-Belhotel Darmo menghadirkan kreasi unik dari dapur, yaitu Rujak Bonek.
Yakni Rujak Cingur yang merupakan makanan khas Surabaya, dengan diberi sentuhan buah alpukat dan kedondong.
Menurut Teguh Setyobudi, Junior Sous Chef Grand Swiss-Belhotel Darmo, Rujak Bonek tetap mengusung cita rasa rujak petis khas Surabaya. Hanya saja, sambalnya dibuat berbeda.
“Kami menggunakan alpukat dan kedondong sebagai bahan dasar sambalnya. Karena warnanya hijau, maka kami beri nama Rujak Bonek,” jelas Teguh, Jumat (23/5).
Meski tampilannya hijau segar, rasa rujak ini tetap otentik. Isinya pun tak jauh berbeda dari rujak cingur pada umumnya.
Ada alpukat, kedondong, timun, bengkuang, nanas, tempe, tahu, tauge, dan tentu saja cingur sapi yang menjadi ciri khasnya.
Yang bikin makin spesial, sambalnya tak hanya menggunakan kacang tanah, tapi juga dicampur dengan kacang mente.
"Kami sudah coba dengan berbagai kacang, tapi kombinasi kacang tanah dan mente ini yang paling pas. Rasanya lebih gurih dan unik," ujar Teguh.
Kreasi ini pun berhasil mencuri perhatian dalam Festival Rujak Uleg 2025 yang digelar Pemerintah Kota Surabaya. Rujak Bonek dinobatkan sebagai penyaji terbaik dalam ajang tersebut.
Sementara itu salah satu pengunjung, Linda Puspitasari, makanan ini unik. Karena sambalnya yang berwarna hijau, dan namanya yang Surabaya banget.
“Unik banget. Sambalnya enak, berasa banget alpukat dan kedondongnya. Cingurnya empuk, dan buah-buahannya segar. Apalagi ada nanas, jadi makin seger,” katanya.
Menurutnya, makanan ini cocok untuk lidah-lidah warga Surabaya, karena secara rasa tidak berbeda dengan rujak cingur pada umumnya. (sam/nur)
Editor : Nurista Purnamasari