RADAR SURABAYA - Pada bulan Ramadan, di sepanjang Jalan Karang Menjangan, Surabaya, selalu dipadati para pedagang musiman yang menjual berbagai macam jenis makanan dan minuman, khususnya jajanan atau takjil untuk berbuka puasa.
Di kawasan tersebut, setiap tahun di bulan Ramadan selalu dipenuhi para pedagang.
Mulai dari aneka gorengan, jajanan tradisional, buah segar, aneka minuman es hingga makanan berat seperti nasi campur, sate ayam hingga sayur-sayuran.
Mulai pukul 15.00 WIB, para pedagang sudah mempersiapkan menu dagangannya, mulai dari ujung utara jalan Karang Menjangan hingga ujung selatan.
Para pembeli tak lama kemudian mulai berdatangan, hingga ada beberapa penjual yang pelanggannya mulai mengantre untuk belanja.
Semakin mendekati waktu berbuka, para pembeli semakin membludak.
Pasar takjil Karang menjangan menjadi jujukan warga untuk ngabuburit sambil mencari menu berbuka.
Pembeli yang datang pun tidak hanya dari warga sekitar Karang Menjangan, tetapi juga pada pekerja dan mahasiswa yang sengaja menyempatkan diri untuk melalui kawasan tersebut.
Salah satunya adalah Anisya, mahasiswa Poltekes Kebidanan Surabaya yang menyempatkan diri untuk berburu takjil di Karang Menjangan ini memilih berburu takjil di Karang Menjangan karena banyak pilihan, serta harganya yang terjangkau.
"Saya selalu menyempatkan diri untuk beli takjil di sini setelah pulang kuliah. Karena banyak variannya, sampai kadang bingung sendiri milih makanannya," kata Anisya, Selasa (4/3).
Mahasiswi asal Madiun tersebut mengaku datang lebih awal untuk menghindari ramainya warga.
"Di sini setiap tahun pasti ramai, makanya saya datang lebih awal. Biar lebih enak milihnya, nggak begitu antre juga. Nanti kalau sudah mendekati buka pasti ramai banget," jelasnya.
Selain banyak varian, harga yang murah juga menjadi alasannya untuk berburu takjil di kawasan tersebut.
"Saya tadi beli beberapa gorengan dan es, karena juga untuk teman-teman kos. Harganya murah, untuk gorengan satu saja seribu rupiah, pas untuk mahasiswa seperti saya," ujar perempuan berjilbab tersebut.
Tak hanya para pembeli yang merasa terbantu dengan kehadiran pasar takjil, tetapi juga menjadi berkah bagi para penjual. Karena omzet mereka secara tidak langsung pasti juga akan naik.
Salah satunya adalah Siti, penjual gorengan asal Mojo ini sudah mempersiapkan dagangannya mulai pukul 14.30.
Ia mengaku omzetnya bisa naik hingga tiga kali lipat, bahkan lebih.
"Ini saya sudah siap sampai sini jam setengah tiga, mulai goreng sampai sekarang belum berhenti," kata Siti sambil membuat kue cucur.
Pedagang yang setiap tahun berjualan di sini dan tidak pernah berpindah tempat tersebut, menjual aneka gorengan mulai dari kue cucur, martabak isi bihun, pisang aroma, bakwan, onde-onde, tahu goreng.
"Ini ada banyak pilihannya, harganya nggak mau mahal-mahal yang penting ramai lancar. Semuanya seribuan, kecuali onde-onde itu saya jual dua ribu rupiah", jelasnya.
Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh berkah, tentunya membawa berkah bagi semua manusia.
Berkah untuk yang menjalankan ibadah puasa, berkah juga untuk yang menjual makanan untuk berbuka puasa. (sam/nur)
Editor : Nurista Purnamasari