Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Shawarma Kikil Sapi, Makanan Unik Perpaduan Timur Tengah dan Nusantara

Andy Satria • Minggu, 2 Maret 2025 | 15:02 WIB
LEZAT: Elfa Yuliani (kanan) dan Ries Kurnia menikmati sajian Shawarma dengan isian kikil sapi, yang disajikan di Grand Swiss-Belhotel Surabaya, Jumat (28/2).
LEZAT: Elfa Yuliani (kanan) dan Ries Kurnia menikmati sajian Shawarma dengan isian kikil sapi, yang disajikan di Grand Swiss-Belhotel Surabaya, Jumat (28/2).

RADAR SURABAYA - Shawarma adalah salah satu makanan khas Timur Tengah, yang biasanya disajikan dengan isian daging sapi, daging kambing hingga daging ayam lengkap dengan sayuran yang dibungkus dengan kulit tortilla.

Namun, pecinta kuliner di Surabaya khususnya, bisa menemukan sajian khas Timur Tengah tersebut yang telah dikreasikan dengan sentuhan lokal. Yakni dipadukan dengan isian kikil sapi.

Kreasi ini tentunya akan memberikan pengalaman yang menarik, karena menghadirkan perpaduan rasa khas Timur Tengah dan juga Indonesia.

Kikil sapi memiliki tekstur kenyal berpadu sempurna dengan bumbu rempah khas Timur Tengah yang kaya rasa.

Executive Chef Grand Swiss-Belhotel Darmo, Surabaya, Heri Purwanto mengatakan, ia ingin memberikan pengalaman yang berbeda kepada para tamunya.

"Biasanya Shawarma disajikan dengan isian daging sapi, kambing dan ayam, tapi karena ini di Indonesia maka saya mencoba memberikan yang sesuai dengan lidah orang Indonesia. Yakni dengan memberikan isian kikil sapi," kata Heri, Jumat (28/2).

Ia mengaku ingin mengangkat serta memperkenalkan makanan khas Nusantara, namun dengan memberikan warna yang berbeda.

Kikil banyak ditemukan di Indonesia, namun di luar Indonesia kikil akan sulit ditemukan.

"Biar berbeda dengan yang ada di Timur Tengah, karena kan di sana susah menemukan kikil sapi," ujarnya.

Untuk rasa, Heri mengatakan, hampir ada kemiripan, karena dalam proses masak serta bumbu yang digunakan semuanya sama. Hanya isiannya yang diganti.

"Proses marinasi kikil yang dijadikan isian sama dengan yang dilakukan pada daging, rasa pedasnya juga akan dapat. Mungkin perbedaannya kikil sapi akan lebih crunchy,” jelasnya.

Sementara itu, Ries Kurnia Damayanti tamu resto Grand Swiss-Belhotel Darmo mengatakan, makanan yang mirip dengan kebab ini memiliki rasa yang enak dan unik.

"Untuk kikilnya menurut saya enak karena gk alot, terus teksturnya juga lembut. Jadi kalo buat orang Surabaya sih cocok, karena kan banyak juga di sini kikil sapi," jelasnya.

Inovasi kuliner seperti Shawarma kikil sapi ini menunjukkan betapa kayanya kuliner Indonesia.

Perpaduan antara cita rasa lokal dan internasional dapat menghasilkan hidangan-hidangan baru yang unik dan lezat. (sam/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#surabaya #Grand Swiss Belhotel Darmo #shawarma #indonesia #nusantara #kikil #timur tengah #kuliner surabaya