RADAR SURABAYA - Surabaya merupakan salah satu kota yang memiliki satu dari sembilan Wali Songo, dengan jasa menyebarkan ajaran Islam di Pulau Jawa.
Sunan Ampel adalah wali yang menyebarkan Islam serta dimakamkan di Surabaya.
Sehingga wilayah dekat area makam Sunan Ampel dengan sendirinya melekat dengan sebutan Kampung Arab.
Karena banyaknya warga keturunan Arab yang bermukim di area tersebut.
Dengan adanya Kampung Arab secara tidak langsung makanan khasnya pun ikut dikenal di area tersebut, yang menyebar ke wilayah Surabaya dan sekitarnya.
Fenomena tersebut yang melatar belakangi Artotel TS Suite Surabaya menghadirkan Kampung Arab di One Deck Gastropub, untuk memanjakan para tamunya dengan hidangan-hidangan khas asal negara Raja Salman tersebut.
Chef Artotel TS Suite, Suyanto mengatakan, pemilihan tema Kampung Arab memang disesuaikan kedekatan dengan Sunan Ampel.
"Ya kita memang sengaja mengutamakan kampung Arab, karena identik dengan Sunan Ampel di Surabaya," kata chef Suyanto, Kamis (20/2).
Dalam Kampung Arab tersebut akan tersedia berbagai macam jenis makanan yang cita rasanya kuat di rempah-rempah. Seperti kari kambing, nasi kebuli, chicken sawarman, paratta, martabak, sate, kebab dan lainnya.
Namun yang unik adalah kari kambingnya tidak menggunakan santan.
"Sengaja kita tidak memakai santan untuk menghindari tamu yang menghindari kolesterol dan asam urat. Sebagai gantinya kita kuatkan di rempah-rempah," jelas Suyanto.
"Jadi rasa gurihnya sudah ada dari daging itu sendiri, karena kita menggunakan daging kambing tulang muda. Dan cara menikmatinya pun dengan roti canai," tambahnya.
Sementara itu, salah satu pengunjung Karina Meliza mengatakan, menurutnya menu yang disajikan di kampung Arab sesuai dengan lidah orang Surabaya khusunya.
"Tadi saya mencoba nasi kebuli dan kari kambingnya, menurut saya enak dan cocok dengan lidah orang Surabaya," jelas Karina.
Meskipun sebelumnya juga pernah merasakan menu khas Arab, ia menyampaikan memang beda dengan yang ada di sini.
"Lebih terasa aroma rempahnya, kerasa banget taste Arabnya," pungkas Karina. (sam/nur)
Editor : Nurista Purnamasari