RADAR SURABAYA – Anak-anak disabilitas asuhan Sri Mulyani tampil dalam acara pameran foto dan kartun Pilkada Serentak 2024 yang diselenggarakan oleh Pewarta Foto Indonesia (PFI) Surabaya dan KPU Jawa Timur di Royal Plaza Surabaya, Kamis (13/2). Dalam kesempatan itu, mereka membawakan tarian Silih Asih, menunjukkan bahwa keterbatasan fisik dan intelektual bukanlah halangan untuk berkarya di dunia seni.
Sri Mulyani, guru sekaligus pemilik Mulyo Joyo Enterprise, mengungkapkan kekagumannya terhadap kemampuan istimewa para penari disabilitas. "Mereka bisa dengan mudah menangkap arahan dari gurunya dan tampil percaya diri di atas panggung," kata dia.
Tari Silih Asih mengangkat filosofi kehidupan tentang ketangguhan menghadapi tantangan, sebagaimana payung yang melindungi dari hujan dan terik matahari. Payung menjadi inspirasi agar kita tak pernah menyerah, meski keadaan sedang sulit dan keberuntungan tak kunjung datang. Tantangan dan kesulitan bukan untuk dihindari, melainkan harus dihadapi dengan berani.
"Kita harus tetap berjalan dengan penuh keyakinan, bahwa takdir Tuhan lah yang terbaik. Jalani hidup dengan penuh rasa syukur, silih asih antar sesama, saling berbagi, melindungi dan mengasihi dengan segenap ketulusan hati," ujar Sri Mulyani.
Beberapa penari yang tampil antara lain Khansa (tuli), Tis’a (disabilitas intelektual + autisme), Ayu (Down syndrome), Adel (slow learner), Ryanda dan Novian (tuna grahita), serta Wahyu (cerebral palsy). Dengan gerakan yang anggun dan penuh makna, mereka memukau penonton yang hadir.
Selain para penari, pertunjukan ini juga didukung oleh tim pelatih serta orang tua yang terus mendampingi anak-anak dalam proses latihan hingga tampil di atas panggung.
"Kami ingin menunjukkan bahwa seni adalah ruang inklusif. Semua orang berhak untuk berkarya dan mengekspresikan diri, termasuk anak-anak disabilitas," ujar Sri Mulyani.
Dengan semangat silih asih, pertunjukan ini menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya dan menginspirasi. (*)
Editor : Lambertus Hurek