Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tari Salam Wulandaru, Perpaduan dari Spirit Tari Ratoh Jaroe dan Tari Wulandaru Disajikan di Surabaya

Lambertus Hurek • Rabu, 12 Februari 2025 | 19:50 WIB
Sri Mulyani bersama para penari asuhannya yang menyajikan Tari Salam Wulandaru di Surabaya. (IST)
Sri Mulyani bersama para penari asuhannya yang menyajikan Tari Salam Wulandaru di Surabaya. (IST)

RADAR SURABAYA – Para penari dari Sanggar Mulyo Joyo Enterprise Surabaya pimpinan Sri Mulyani membawakan Tari Salam Wulandaru. Tarian ini merupakan kreasi baru yang memadukan spirit Tari Ratoh Jaroe dari Aceh dan Tari Wulandaru dari Surabaya.

Tari Salam Wulandaru pertama kali ditampilkan dalam acara 4th National Congress in Conjunction With 10th Head and Neck Annual Meeting (PIT PEBKLI) & International Multidisciplinary Head and Neck Symposium yang berlangsung pada 8-9 Februari 2025 di Four Points Hotel Tunjungan, Surabaya.

Karya ini dikreasi atas permintaan panitia acara yang menginginkan sebuah tarian penyambutan yang mencerminkan semangat kebersamaan dan keberagaman.

Sri Mulyani, yang juga dosen di Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya, mengungkapkan bahwa panitia mengirimkan tautan YouTube sebagai referensi Tari Ratoh Jaroe, kemudian memintanya mengombinasikan dengan tarian dari Jawa Timur untuk dijadikan tarian selamat datang bagi para tamu.

Dengan komposisi lima penari, Tari Salam Wulandaru menghadirkan harmoni antara gerakan dinamis dan ritmis khas Tari Ratoh Jaroe, yang dikenal dengan kekompakan serta ketegasannya, dan kelembutan serta keanggunan spirit Tari Wulandaru, yang memancarkan keindahan serta kesakralan doa dalam setiap ayunan tangan.

Menurut Sri Mulyani, tarian ini bukan sekadar bentuk penyambutan tamu, tetapi juga mengandung doa dan harapan. Salam melambangkan sapaan penuh kehangatan, sekaligus doa bagi tamu yang hadir agar diberkahi keberuntungan dan kebahagiaan.

Sementara itu, Wulandaru berasal dari kata wulan yang berarti bulan yang menerangi dan ndaru yang bermakna bintang jatuh, simbol keberuntungan dan cahaya dalam kehidupan.

Dengan balutan busana yang elegan dan iringan musik yang menggugah, Tari Salam Wulandaru tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga membawa pesan mendalam tentang keberagaman, kebersamaan, serta harmoni dalam perbedaan.

Sri Mulyani berharap Tari Salam Wulandaru dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mengembangkan seni tari tradisional dengan sentuhan inovatif tanpa meninggalkan akar budaya Nusantara. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#Tari kreasi baru Surabaya #Koreografer Sri Mulyani #Sanggar Tari Mulyo Joyo Enterprise #Tari Salam Wulandaru