RADAR SURABAYA – Perayaan Imlek identik dengan nuansa merah, kembang api dan barongsai.
Tetapi dibalik kemeriahan itu terdapat deretan jajanan khas Tionghoa, yang menarik dan cocok untuk untuk dinikmati bersama keluarga maupun kerabat dekat.
Oleh karena itu, pada momen kebersamaan ini manajemen Hotel Ciputra Surabaya akan menyiapkan beraneka macam jajanan khas Tionghoa yang akan disajikan, untuk merayakan tahun baru dengan shio Ular Kayu tersebut.
Jajanan tersebut antara lain meliputi dim sum, bakpao karakter, Potato Tornado, onde-onde, Lobak Xo, nastar cake, aneka manisan dan masih banyak lagi.
Menurut Ferdiansyah, salah satu Chef Hotel Ciputra Surabaya mengatakan, jajanan khas Imlek memiliki nilai tersendiri. Diantaranya memiliki filosofi kesederhanaan, keseimbangan dan kesabaran.
“Jajanan Imlek yang disajikan ini memiliki nilai kesederhanaan dalam penyajiannya namun lezat rasanya, nilai keseimbangan dalam rasa yang ada pada setiap jajanan. Dan juga ada nilai kesabaran dalam proses pembuatannya,” katanya, Selasa (14/1).
Selain jajanan tersebut juga ada Yee Sang, yakni salad yang terbuat dari irisan sayuran halus seperti wortel dan lobak, dilengkapi dengan daging ikan atau rumput laut.
Yee Sang disajikan dengan saus asam manis yang diaduk bersama-sama sebelum disantap.
Yee Sang sendiri melambangkan kemakmuran dan kelimpahan di tahun baru.
Tak ketinggalan ada beberapa menu spesial seperti Bagger Chicken, yakni ayam kampung yang dibumbui dengan bumbu khas Chinesse.
Sehingga menu yang disajikan dalam perayaan tersebut mulai dari makanan pembuka hingga makanan penutup.
“Bagger Chicken merupakan salah satu menu special yang akan kita sediakan. Yang nantinya akan disajikan dengan roti goreng khas Chinesse, yakni roti mantau,” kata Adam Octavian, salah satu chef di resto tersebut.
Sementara itu, Amey, pengunjung resto hotel itu mengaku belum pernah mencoba beberapa jajanan khas Tionghoa, yang disajikan. Ia mengatakan, banyak jajanan yang baru dilihatnya.
“Beberapa nama jajanan masih asing sepertinya, seperti Potato Tornado ini. Rasanya sih enak, renyah dan unik sih. Sepertinya belum ada di tempat lain,” kata Amey yang datang bersama rekannya. (sam/nur)
Editor : Nurista Purnamasari