RADAR SURABAYA - Memasuki musim durian, salah satu tempat yang wajib dikunjungi adalah Desa Wisata Wonosalam. Berada di kaki Pegunungan Anjasmoro, tepatnya di Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, desa wisata ini dikenal sebagai penghasil durian yang berkualitas.
Durian lokal Wonosalam memiliki cita rasa yang unik, yaitu manis, pahit, dan legit yang menjadi satu ketika disantap. Selain itu, durian di sini memiliki tekstur yang lembut dan legit meskipun ukurannya lebih kecil jika dibandingkan dengan durian dari daerah lainnya.
Komoditas durian di Desa Wonosalam ternyata sudah ada sejak dulu. Bahkan, di salah satu desa, tepatnya Desa Sambirejo, terdapat pohon durian lokal yang memiliki ukuran keliling mencapai 4 meter dan diperkirakan telah berumur 200 tahun.
Namun, untuk pembudidayaannya, para petani baru mulai gencar mengembangkan komoditas durian mulai tahun 2012. Kemudian, proses budidaya ini berhasil dan berkembang hingga saat ini.
Selain menawarkan sensasi menikmati durian langsung dari pohonnya,, desa wisata ini juga memiliki kekayaan alam, budaya, dan juga wisata kuliner yang bisa wisatawan eksplor. Untuk itu, langsung saja kita jelajahi bersama kekayaan alam, budaya, dan wisata kuliner yang pastinya memorable dan
Durian Khas Wonosalam
1. Durian Kala Gondang
Durian ini berasal dari dusun jarak Krajan, Desa Jarak, Kecamatan Wonosalam. Durian Kala Gondang memiliki ukuran yang besar dan bulat, dengan cita rasa yang manis dan legit
2. Durian Upit
Berbeda dengan Durian Kala Gondang yang besar, Durian Upit memiliki bentuk yang mungil. Meskipun demikian, daging durian yang berasal dari Desa Wonomerto ini tebal dan rasanya manis.
3. Durian Susu
jenis durian ini memiliki ukuran jumbo dengan buah yang menggiurkan. Uniknya, daging Durian Susu berwarna putih dan tidak lengket seperti durian pada umumnya. Durian susu merupakan salah satu varietas baru yang dikembangkan oleh petani lokal.
4. Durian Bawor
Varietas Durian Bawor banyak ditemukan di Dusun Jarak, Desa Jarak. Keunikan dari durian ini adalah dagingnya tebal dan berwarna oranye. Untuk rasanya, Durian Bawor memiliki cita rasa legit dan manis yang bercampur dengan sedikit pahit.
5. Durian Bido
Durian Bido menjadi salah satu durian spesial yang tumbuh endemik di wilayah Kecamatan Wonosalam. Durian ini memiliki rasa yang unik, yaitu kombinasi manis, legit, dan pahit dengan sentuhan strong seperti alkohol.
6. Durian Sunrise
Durian jenis ini bentuknya mungil namun memiliki daging buah yang tebal dengan cita rasa yang legit. Sesuai namanya, durian jenis ini memiliki warna kuning sehat khas matahari terbit. Durian ini hanya ada di Dusun Pucangrejo, Kecamatan Wonosalam, dan pohonnya tidak banyak.
Olahan Durian Khas Wonosalam
Selain dimakan secara langsung, wisatawan juga dapat menikmati olahan durian yang beragam. Berikut merupakan olahan durian khas Wonosalam yang harus dinikmati ketika berkunjung ke sana.
1. Nastar Durian
Jika biasanya nastar berisi selai nanas, di Wonosalam terdapat olahan nastar yang dipadukan dengan buah durian. Nastar durian memiliki aroma khas durian dengan tekstur yang lembut dan lezat dari selainya.
Perpaduan rasa manis dan gurih membuat kuliner ini menjadi salah satu yang banyak diminati oleh wisatawan yang datang.
2. Pancake Durian
Pancake durian terbuat dari 100 persen produk Wonosalam. Agar kualitas berbeda dengan pancake durian pada umumnya, kudapan ini memilih bahan baku berkualitas, yaitu durian masak pohon yang rasanya manis dan legit.
Untuk dapat menikmati pancake durian, wisatawan dapat mengunjungi Griya Durian yang berada di Dusun Pucangrejo, Desa Wonosalam.
3. Es Dawet Durian
Selain diolah menjadi kue, durian di Wonosalam juga diolah menjadi campuran es. Salah satu varian minuman yang banyak digemari adalah es dawet durian ala Wonosalam. Untuk dapat menikmati kesegaran es dawet, harga satu porsi dibanderol dengan harga Rp 20.000.
4. Kolak Durian Ketan Hijau
Kudapan yang satu ini tidak boleh terlewatkan oleh pecinta durian. Perpaduan antara ketan hijau dan kolak durian semakin menambah cita rasa dan kelezatan. Harganya pun terbilang murah, yaitu sekitar Rp 10.000 per porsi.
Tidak hanya menawarkan sensasi menikmati durian masak pohon, di Wonosalam ini Anda juga bisa mencoba berbagai wisata dengan berbagai kategori, mulai dari wisata alam, agrowisata, wisata edukasi, sampai budaya dan spiritual.
Berikut jenis wisata di Wonosalam Jombang:
1. Wisata Alam
Wisata alam yang dapat Anda kunjungi antara lain Air Terjun Sekar Pundak Sari, Grojogan Selo Gonggo, Banyu Mili, Wana Wisata Seloageng, dan Batu Pelangi.
2. Agrowisata
Desa wisata Wonosalam juga menawarkan pengalaman agrowisata unik seperti De’Durian Park dan pasar buah. Wisatawan yang berkunjung dapat melihat berbagai buah segar dan aktivitas perdagangan masyarakat lokal.
3. Wisata Edukasi
Tidak hanya menawarkan pengalaman rekreasi yang menyenangkan, adanya wisata edukasi di Wonosalam juga memberikan kesempatan wisatawan untuk belajar dan mengembangkan pemahaman baru tentang lingkungan, budaya, dan kehidupan sehari-hari masyarakat lokal. Beberapa wisata edukasi yang dapat dikunjungi antara lain Wisata Edukasi Kansa, Wisata Agropolis, Wisata Kampung Tirta, dan PD. Panglungan Taman Kehati.
4. Budaya dan Spiritual
Bagi wisatawan yang menyukai kearifan lokal, Kampung Adat Segunung adalah jawabannya. Di sana, wisatawan dapat melihat secara langsung kehidupan dan budaya tradisional masyarakat lokal. Selain Kampung Adat Segunung, ada Makam Wali Wonosegoro yang banyak dikunjungi para peziarah dan pencari kedamaian. (han/jay)
Editor : Jay Wijayanto