RADAR SURABAYA - Bagi warga Surabaya Utara tentu tidak asing dengan kuliner lontong gule kacang ijo Kembang Jepun milik H Roichan.
Tepatnya berada di depan kantor Bank Mandiri Kembang Jepun, Bongkaran, Surabaya.
Meskipun gerobaknya kecil berwarna biru, namun pengunjungnya tak pernah sepi.
"Saya buka sejak pukul 05.30 pagi sampai habis. Biasanya jam 12.00 sudah habis. Tapi kalau sabtu dan minggu jam 09.00 sudah habis," ujar H Roichan kepada Radar Surabaya, Rabu (9/10).
Roichan mengaku, usaha ini sudah ada sejak 1963. Dia meneruskan usaha ayahnya H Ridwan.
"Sejak jembatan merah masih terbuat dari blabak (papan, Red) kayu. Waktu ayah saya itu satu porsinya masih satu rupiah. Kemudian saya teruskan tahun 1974. Nah pada era saya ini sudah 100 rupiah," ujar warga asal Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik ini.
Roichan mengaku, dalam sehari dirinya menghabiskan 20 kilogram daging, kikil dan jeroan sapi serta 8 kilogram kacang ijo.
Satu porsi lontong gule kacang ijo ini dijual dengan harga Rp10.000.
"Kalau nambah roti maryam Rp 1.000 per bijinya. Resepnya turun temurun dari masyarakat Arab yang dulunya banyak tinggal di sekitar sini. Kalau roti maryam barusan ada sejak Covid-19 kemarin," katanya kepada Radar Surabaya.
Pembeli gule kacang ijo Roichan tidak hanya warga atau pekerja sekitar tempatnya jualan saja.
Tak sedikit warga Surabaya dari Kawasan lain, bahkan dari luar kota.
Roichan mengaku dari jualannya ini, dirinya mampu menguliahkan anaknya di kampus ternama di Surabaya.
"Alhamdulillah, anak pertama dan kedua di Unesa, ketiga di UINSA dan yang keempat barusan lulus dari UPN veteran. Intinya kerja apapun kudu jujur dan ikhlas, rejeki sudah ada yang mengatur," pungkasnya. (mus/nur)
Editor : Nurista Purnamasari