Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Nasi Liwet Ternyata Awalnya Kuliner Kraton Sejak Abad Ke-19, Begini Komposisi Aslinya

Lambertus Hurek • Minggu, 25 Agustus 2024 | 14:00 WIB
Nasi liwet ternyata sudah dikenal di Nusantara sejak ratusan tahun lalu. (IST)
Nasi liwet ternyata sudah dikenal di Nusantara sejak ratusan tahun lalu. (IST)

RADAR SURABAYA - Orang Jawa akrab dengan nasi liwet atau sego liwet. Sego artinya nasi.  Namun arti sego bisa erbeda saat menjadi "semego" - suka makan (nasi).

Pemerhati kuliner Nusantara Lintu Tulistyantoro mengatakan, sego liwet adalah makanan khas Surakarta yang muncul sekitar akhir abad 19. Kemudian menjadi makanan kesukaan raja dan populer di kalangan rakyat biasa. 

Nasi liwet dalam beberapa catatan disebut sebagai makanan modifikasi dari sego gurih yang biasa dipakai untuk ritual saja. Sego gurih identik dengan nasi uduk, atau nasi munduk.

"Prinsipnya nasi yang dimasak dengan rempah," tutur Lintu.

Kuliner ini kalau ditelusuri ternyata merupakan fusion dari Timur Tengah. Berasal dari Nasi Samin (nasi yang dimasak dengan minyak samin) yang mengalami adaptasi.

"Karena di Jawa tidak ada minyak samin, maka dimasaklah dengan menggunakan santan. Nasi gurih selalu hadir dalam beberapa ritual masyarakat Jawa, mulai dari pesisiran sampai ke pedalaman," tutur Lintu. 

Nasi liwet juga ditemui di Sunda dan Semarang. Keduanya memiliki perbedaan dalam komposisi dan sajiannya. "Nasi liwet solo memiliki komposisi nasi gurih, dengan sayur labu, manisa, jipang, ayam, telur pindang, dan kerupuk," kata Lintu. (rek)

Editor : Lambertus Hurek
#nasi liwet adalah #nasi liwet semarang #nasi liwet sunda #nasi liwet solo