Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Sayang jika Dilewatkan! 7 Rekomendasi Spot Utama Wisata Kota Lama Surabaya

Jay Wijayanto • Jumat, 5 Juli 2024 | 00:00 WIB
Museum de Javasche BAnk di Jalan Kasuari Surabaya.
Museum de Javasche BAnk di Jalan Kasuari Surabaya.

WISATA Kota Lama Surabaya telah resmi dibuka oleh Wali Kota Eri Cahyadi dengan gelaran grand launching meriah di depan Gedung Internatio Jalan Rajawali, Rabu (3/7) malam. Acara dimeriahkan dengan pesta kembang api, video mapping, aksi teatrikal dan lagu-lagu tempo dulu. 

Namun sejak sebulan ini, kawasan di seputar Zona Eropa ini memang telah disulap oleh Pemkot Surabaya menjadi lokasi wisata heritage dengan Taman Sejarah dan Gedung Internatio sebagai pusat keramaian.

Banyak spot-spot wisata menarik di lokasi Wisata Kota Lama ini yang mengangkat bangunan-bangunan tua dengan gaya arsitektur kolonial yang telah dipercantik penampilannya.

Irvan Wahyudrajad, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya mengatakan, upaya pemkot dalam penataan kembali Kota Lama ini tidak hanya untuk mempertahankan sejarahnya, tetapi juga untuk menarik lebih banyak wisatawan dan menggerakkan ekonomi lokal.

Sehingga kawasan ini diharapkan menjadi pusat wisata heritage, pendidikan, kuliner dan religius, yang menawarkan pengalaman mendalam bagi pengunjungnya.

Berikut tujuh rekomendasi utama tempat yang dapat kalian kunjungi saat jalan-jalan di Kota Lama Surabaya:

1. Gedung Internationale Credit Handelsvereeniging “Rotterdam”

Lokasi: Jl. Rajawali, Krembangan Sel., Kec. Krembangan, Surabaya

Salah satu landmark yang mencolok adalah Gedung Internationale Credit en Handelsvereeniging "Rotterdam”.

Gedung yang telah dibuka untuk umum ini telah mengalami transformasi menjadi simbol penting dalam sejarah Indonesia sejak 1850-an.

Di sekitarnya, terdapat taman baca sejarah dan lapangan olahraga yang ramai pada sore dan malam hari, menawarkan pengalaman yang memikat pengunjung untuk mengeksplorasi keindahan kota lama Surabaya serta merayakan warisan budaya yang kaya dan beragam.

SAKSI BISU: Pertempuran berdarah yang menewaskan AWS Mallaby pada 30 Oktober 1945 terjadi di dekat Jembatan Merah.
SAKSI BISU: Pertempuran berdarah yang menewaskan AWS Mallaby pada 30 Oktober 1945 terjadi di dekat Jembatan Merah.

2. Gedung De Javasche Bank

Lokasi: Jl. Garuda No.1, Krembangan Selatan, Kec. Krembangan, Surabaya

Gedung megah ini awalnya diresmikan pada 14 September 1829 sebagai kantor cabang perbankan pertama di Surabaya.

Dengan gaya arsitektur Neo Renaissance, bangunan tersebut saat ini difunglsikan sebagai Museum De Javasche Bank yang juga dikenal sebagai Museum Bank Indonesia (BI).

Didirikan pada tahun 1828, museum ini menyimpan koleksi mata uang lama, artefak bersejarah terkait perbankan, dan berbagai benda menarik lainnya, serta menawarkan pengalaman wisata edukatif gratis bagi pengunjung.

3. Pabrik Limoen JC van Drongelen & Hellfach

Lokasi: Jl. Mliwis No.5, Krembangan Selatan, Kec. Krembangan, Surabaya

Pabrik Limoen JC van Drongelen & Hellfach, yang didirikan pada tahun 1923, kini dikenal sebagai Pabrik Sirup Siropen. Sebagai pabrik sirup pertama di Indonesia, dulunya sirup yang diproduksi di sini hanya dinikmati oleh kalangan menengah atas dan tamu kehormatan Belanda.

SPOT ACARA: Gedung Internatio dengan pemandangan teras depannya yang lebar dan kinclong sebagai lokasi peresmian Wisata Kota Lama Surabaya.
SPOT ACARA: Gedung Internatio dengan pemandangan teras depannya yang lebar dan kinclong sebagai lokasi peresmian Wisata Kota Lama Surabaya.

4. Jembatan Merah

Lokasi: Jl. Jembatan Merah, Surabaya

Jembatan Merah adalah saksi bisu dari pertempuran heroik arek-arek Suroboyo melawan tentara Inggris. Di dekat sinilah Brigadir Jenderal AWS Mallaby gugur dalam baku tembak sengit, sehingga menjadi ikon sejarah yang tak terlupakan.

Dibangun pada tahun 1809, jembatan ini menghubungkan wilayah timur dan barat sungai Kalimas, yang dulunya merupakan pusat area bisnis di Surabaya.

Kini, Jembatan Merah menjadi bagian dari wisata kawasan Kota Lama Surabaya yang ramai dikunjungi wisatawan.

5. Kya Kya Kembang Jepun

Lokasi: Jl. Kembang Jepun Surabaya

Kembang Jepun berimpitan dengan Jembatan Merah menawarkan suasana yang berbeda.

Kembang Jepun menghadirkan atmosfer Pecinan yang semarak dengan hiasan patung naga kembar di gerbang masuk (dragon gate) dan lampion yang berjajar sepanjang jalan.

Kawasan ini menyediakan berbagai spot foto yang instagramable dan membuat pengunjung seakan dibawa ke negeri Tirai Bambu.

Di sini, pengunjung dapat mencicipi kuliner khas Pecinan yang lezat dan berbelanja berbagai souvenir unik. Tentu, menambah pengalaman berwisata yang kaya dan berkesan.

6. Rustic Wall Jalan Mliwis

Lokasi: Jl. Mliwis, Surabaya

Rustic Wall di Jalan Mliwis adalah jalan yang mempertahankan keaslian bangunan-bangunan kunonya dan memiliki instalasi seni menarik untuk berfoto.

Dulunya, sisi timur dikenal sebagai Dwarsboomstraat karena adanya kepabeanan di Sungai Kalimas.

Sementara sisi barat disebut Oude Hospital Straat karena adanya rumah sakit di era VOC.

Kini, bangunan-bangunan kuno di jalan ini tetap dipertahankan bahkan dipercantik yang tentu akan menambah daya tarik Kota Lama Surabaya.

UJUNG JALAN PELABUHAN: Jalan Mliwis pada era Hindia Belanda bernama Dwarboomstraat.
UJUNG JALAN PELABUHAN: Jalan Mliwis pada era Hindia Belanda bernama Dwarboomstraat.

7. Museum Hidup Polrestabes Surabaya

Lokasi: Jalan Sikatan No.1, Krembangan Sel, Kec. Krembangan Surabaya

Museum ini menampilkan berbagai koleksi bersejarah terkait kepolisian, seperti senjata api kuno, seragam kepolisian dari berbagai era, dan artefak bersejarah lainnya yang menggambarkan perjalanan Polrestabes Surabaya.

Pengunjung dapat mengunjungi museum ini secara gratis untuk mempelajari sejarah kepolisian di Surabaya.

Dengan itu, Kota Lama Surabaya dapat menarik perhatian Anda dengan arsitektur yang memikat, mengajak pengunjung merenungkan warisan budaya yang dilestarikan dengan cermat.

Berjalan-jalan di sini bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga pengalaman emosional yang mengingatkan akan pentingnya menjaga sejarah kota ini.

Di malam hari, cahaya lampu jalan menambah kehangatan suasana, memperlihatkan kehidupan malam yang berwarna. Setiap sudut Kota Lama ini mempesona dengan keindahannya, menyumbang pada identitas Surabaya yang unik. (cha/mag/jay)

Editor : Jay Wijayanto
#kya kya kembang jepun #jembatan merah #grand launching #jalan mliwis #wali kota surabaya #Gedung Internatio #wisata kota lama surabaya #pabrik limoen jc van drongelen #gedung javasche bank #Eri Cahyadi #rustic wall