RADAR SURABAYA - Chia seed atau biji chia dan biji selasih adalah dua jenis biji-bijian yang sering ditambahkan sebagai pelengkap makanan serta minuman.
Keduanya juga sering digunakan sekadar untuk mempercantik tampilan makanan maupun minuman.
Meskipun terlihat sangat mirip dan memiliki fungsi yang nyaris sama, sebenarnya chia seed dan biji selasih adalah dua jenis biji-bijian yang berbeda.
Agar tidak salah pilih, berikut beberapa perbedaan chia seed dan biji selasih yang perlu diketahui.
1. Jenis tanaman
Meskipun bentuknya sedikit mirip, tetapi chia seed dan biji selasih, keduanya berasal dari dua tanaman yang jelas berbeda.
Chia seed berasal dari tanaman chia, yaitu tanaman mint yang seringkali dijumpai di Amerika Utara.
Sedangkan biji selasih berasal dari tanaman selasih atau kemangi, sejenis tanaman herbal yang sering dijumpai di negara tropis.
2. Bentuk
Biji chia memiliki ukuran yang lebih besar dan warna yang lebih beragam jika dibandingkan dengan biji selasih.
Warna biji chia bisa coklat keabu-abuan, putih, atau coklat muda.
Sementara itu biji selasih memiliki warna yang lebih gelap dan cenderung hitam.
Bentuk biji selasih lebih bulat jika dibandingkan dengan chia seed.
Biji selasih juga lebih renyah saat digigit daripada biji chia.
3. Kandungan
Biji chia memiliki kandungan serat, protein, dan mineral yang lebih tinggi dibandingkan dengan biji selasih.
Chia seed juga dikenal dapat membantu menurunkan berat badan.
Biji selasih mengandung lebih banyak zat besi daripada serat.
Selain itu, biji selasih juga memiliki jumlah lemak dan kalori yang lebih sedikit dibandingkan dengan chia seed.
4. Manfaat
Biji chia dan biji selasih keduanya sama-sama memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan.
Akan tetapi, biji chia lebih efektif untuk menurunkan berat badan, melancarkan sistem pencernaan, serta memperlancar buang air besar.
Biji selasih memiliki manfaat yang mirip dengan biji chia, akan tetapi efektivitasnya lebih rendah.
Meskipun demikian, biji selasih tetap baik dikonsumsi untuk kesehatan, karena memiliki manfaat untuk memperlancar tekanan darah dan mencegah kanker.
5. Cara pengolahan
Biji chia dan biji selasih memiliki cara pengolahan yang mirip.
Keduanya perlu direndam di dalam air terlebih dahulu selama beberapa saat untuk mendapatkan tekstur kenyal dari kedua biji tersebut.
Akan tetapi, biji chia membutuhkan waktu perendaman yang lebih lama agar dapat dikonsumsi.
Sementara itu, biji selasih hanya perlu direndam selama beberapa menit saja untuk dikonsumsi sebagai tambahan makanan.
Chia seed lebih cocok dikonsumsi dengan mencampurnya bersama makanan, sementara biji selasih lebih cocok dicampur sebagai isian topping untuk minuman.
Mengkonsumsi keduanya di saat yang bersamaan juga tidak masalah, asalkan tidak berlebihan. (hel/nug)
Editor : Nofilawati Anisa