RADAR SURABAYA - Di Indonesia terdapat banyak masjid yang tergolong unik baik dari sisi sisi arsitektur maupun namanya.
Salah satunya, adalah Masjid Muhammad Cheng Hoo di Kota Surabaya, yang berlokasi di Jalan Gading No. 2, Ketabang, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya.
Masjid ini memiliki arsitektur Tionghoa yang unik dan berbeda dari masjid pada umumnya.
Dilansir surabaya.go.id, Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya merupakan masjid pertama di Indonesia yang menggunakan nama Muslim Tionghoa dan menjadi simbol perdamaian umat beragama.
Nama Cheng Hoo, diambil dari sosok Cheng Hoo seorang Laksamana Muslim berperawakan tinggi yang pernah berlayar dari China hingga ke pantai Afrika.
Kedatangan Cheng Hoo saat itu disambut baik karena ia menghormati wilayah yang disinggahinya.
Dilansir dari berbagai sumber, pembangunan masjid ini merupakan bentuk penghormatan kepada Cheng Hoo atau Zheng He yaitu seorang Laksamana atau penjelajah asal China yang beragama Islam.
Dia melakukan ekspedisi antara tahun 1405-1433 dan pertama kali datang ke tanah Jawa pada 1410.
Armada yang dipimpinnya kala itu mendarat di Pantai Simongan, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Laksamana Cheng Hoo adalah salah satu sosok yang berjasa dalam penyebaran Islam di tanah Jawa.
Cheng Hoo juga datang sebagai utusan Kaisar Yung Lo untuk mengunjungi Raja Majapahit yang bertujuan untuk menyebarkan agama Islam ke kerajaan tersebut.
Bangunan Masjid Muhammad Cheng Hoo di Surabaya ini dibangun pada tahun 2001 dan bangunannya mirip seperti bentuk Klenteng.
Masjid ini berdiri di atas tanah seluas 21 meter x 11 meter persegi, dengan luas bangunan utama 11 meter x 9 meter persegi, dengan daya tampung 200 orang.
Bentuk atap masjid ini menyerupai gaya arsitektur Masjid Niu Jie di Beijing.
Selain itu, masjid ini berbentuk seperti kapal yang merupakan simbol Laksamana Cheng Hoo sebagai seorang pelaut.
Terdapat ornamen ala Tiongkok yang terlihat pada relief naga dan patung singa lilin di bagian depan.
Atap bangunan tersebut juga berbentuk seperti Pagoda tiga tingkat dengan lafaz Allah SWT di bagian puncaknya.
Warna masjid didominasi oleh merah, hijau, biru, dan kuning, yang dalam kepercayaan Tionghoa, warna merah menyimbolkan kebahagiaan, kuning untuk kemasyhuran, hijau merupakan simbol kemakmuran, dan biru bermakna harapan.
Di masjid Cheng Hoo ini banyak sekali kegiatan, seperti halnya saat Ramadhan 1445 H, pihak takmir menggelar buka puasa gratis setiap hari untuk ratusan orang, dilanjutkan dengan Tarawih bersama.
Peserta salat Tarawih bisa mencapai ratusan, baik untuk jamaah laki-laki maupun perempuan.
Untuk jamaah laki-laki ditempatkan di ruang utama dan sebagian halaman masjid. Sedangkan untuk jemaah perempuan menempati halaman masjid Cheng Hoo.
Selain kegiatan di atas, Takmir Masjid Cheng Hoo juga menyiapkan agenda lain seperti khataman Al-Qur’an, iktikaf, qiyamul lail, zikir, doa, dilanjut sahur bersama dan Salat Subuh berjamaah.
“Untuk kegiatan sahur bersama dilaksanakan pada sepuluh hari terakhir Ramadan setiap malam ganjil,” kata Ustaz Ahmad Hariyono Ong Ketua Takmir Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya
Selain itu, juga ada kegiatan yang lain, seperti bagi mereka yang ingin menjadi mualaf (masuk Islam) juga bisa langsung ke masjid Cheng Hoo atau dapat menghubungi ta'mir masjid di nomor 031-5472489 / ustadz A. Hariyono Ong 081234712457 atau di DPD PITI Surabaya 031-5342220.(nug)
Editor : Jay Wijayanto