SURABAYA - Taman Flora di Jalan Bratang Binangun Surabaya tak hanya menjadi paru-paru kota dengan keanekaragaman tanaman yang ada. Namun, taman seluas hampir 3,5 hektar itu juga menjadi sarana edukasi sekaligus rekreasi yang murah dan terjangkau bagi warga Surabaya dan sekitarnya.
Dari sekian fasilitas yang ada di Taman Flora mulai sentra kuliner, perpustakaan, kolam ikan, dan taman bermain, keberadaan kebun binatang mini (mini zoo) banyak menyita perhatian pengunjung.
Ini tak lepas dari keberadaan aneka satwa langka di mini zoo ini. Mulai dari ikan koi, burung merak, kasuari, kalkun, kakatua, burung jalak dan rusa. Ada rusa bawean dan rusa totol.
Namun yang menarik pengunjung adalah aktivitas pemberian makan ikan dan rusa yang sangat disukai anak-anak. Hal ini karena mereka bisa berinteraksi langsung dengan satwa dan menciptakan pengalaman tersendiri yang menyenangkan.
"Saya mumpung libur hari ini, menyempatkan untuk membawa keluarga ke Taman Flora Surabaya. Feeding rusa menjadi kegiatan yang sangat menyenangkan bagi anak-anak. Mereka tidak hanya senang memberi makan rusa, tapi juga belajar banyak dan berkenalan dengan hewan," kata Ali Suherman asal Surabaya, yang mengajak dua anaknya untuk memberi makan rusa.
Untuk masuk ke Taman Flora ini tidak dikenakan tarif tiket alias gratis. Pengunjung cukup membayar biara parkir yakni Rp3.000 untuk roda dua dan Rp5.000 untuk mobil.
Wiwik Yuliati, istri Ali Suherman mengatakan, aktivitas feeding rusa tak hanya sekadar hiburan, tapi juga menjadi sarana edukasi lingkungan yang efektif.
"Saat memberi makan rusa, saya dan anak-anak dapat melihat betapa pentingnya peran lingkungan sekitar. Kami berharap pengalaman ini dapat membangkitkan kesadaran anak-anak agar peduli sesama mahkluk hidup, “ sambungnya.
Taman Flora Surabaya memang dirancang untuk rekreasi segala usia terutama keluarga. Karena anak-anak dapat belajar sambil bermain langsung di alam. Sementara orang dewasa dapat menikmati momen kebersamaan dengan keluarga atau teman-teman dalam suasana yang alami dan tenang.
Asrul Hakim, seorang pengunjung yang dijumpai tampak duduk bersantai di bangku panjang Taman Flora hanya mengawasi anaknya dari jauh sembari membiarkan mereka berlari bebas dan memberi makan satwa.
"Saya suka suasana di sini karena adem dan asri. Pantas saja anak-anak setiap saya bawa ke sini betah,” ucapnya.
Selain memberikan pengalaman berkesan bagi pengunjung, feeding rusa juga memberikan dampak positif pada kesejahteraan satwa sendiri yang dibiarkan berkeliaran di taman.
Sebab makanan yang diberikan oleh pengunjung dapat membantu menjaga pola makan yang seimbang untuk rusa. Sementara interaksi dengan manusia memberikan stimulasi mental yang diperlukan.
"Rusa-rusa di taman ini terlihat lebih lincah dan lebih doyan makan setelah bertemu dan diberi makan oleh pengunjung yang datang ke sini. Rusa-rusa itu hafal jika ada orang mendekat, mereka langsung lari ke arah pagar, karena mereka pikir akan diberi makan," jelas Eko Jayadi, petugas kebersihan di Taman Flora.
Namun sayang, beberapa pengunjung tampak kurang menjaga kebersihan lingkungan. Beberapa pengunjung yang membawa makanan untuk rusa kemudian tersisa, tidak membuangnya ke tempat sampah.
“Kadang-kadang saya mendapati sisa-sisa makanan rusa dibuang berserakan. Ini tentu mengganggu kebersihan lingkungan. Daripada sisa dibuang, mending dikasihkan ke pengunjung lain agar bisa menikmati ikut memberi makan rusa. Daripada harus dibuang tidak pada tempatnya,” pungkasnya. (mg1/gus/jay)
Editor : Jay Wijayanto