SURABAYA - Salah satu kuliner yang diminati anak muda di Surabaya adalah mi ayam.
Terlihat makin banyak tempat kuliner baru yang menyajikan menu mi ayam. Salah satunya di kawasan Lidah Wetan, Kecamatan Lakarsantri.
Berbeda dengan kuliner-kuliner anyar yang baru muncul di era media sosial, Suwito telah mengusung konsep berjualan mi ayam di pinggir jalan sejak lebih dari 20 tahun lalu.
Awalnya cuma nekat dan agak ngawur. "Awalnya saya belajar dari Mama, terus saya sama istri dulu nekat bikin percobaan. Tujuh kilogram tepung buat tester ke teman-teman. Resepnya ya ngawur aja, pokoknya sampai semua bilang enak," kata Suwito, kemarin.
Lelaki 69 tahun ini menambahkan, bahan-bahan dipilih yang berkualitas dan konsistensi rasa juga selalu dijaga.
Proses pembuatan mi sampai sekarang pun masih dengan cara manual.
"Waktu itu gak punya mesin, kita giling manual akhirnya keterusan sampai sekarang. Terus juga buat bumbu kita timbang semua, jadinya pasti sama. Gak mungkin hari ini enak, besok enggak, jadi biar pas terus," ujarnya.
Pak Wito, sapaan akrab Suwito, mengaku senang lantaran kedainya menjadi jujukan mahasiswa di kawasan Lidah Wetan. Karena itu, harganya pun disesuaikan dengan kantong mahasiswa. (jih/waf/rek)
Editor : Jay Wijayanto