Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Setahun Dibuka, Kya-Kya Kembang Jepun Sepi Pengunjung, Lebih Parah Dibanding Bulan Puasa Sekalipun

Jay Wijayanto • Senin, 11 September 2023 | 23:43 WIB
Menjelang malam, kawasan Kya Kya Kembang Jepun mulai didatangi pengunjung. (ANGELICA/RADAR SURABAYA)
Menjelang malam, kawasan Kya Kya Kembang Jepun mulai didatangi pengunjung. (ANGELICA/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Kya-Kya Kembang Jepun kini menjadi salah satu ikon kuliner di Surabaya. Kawasan yang buka tiap hari Jumat sampai Minggu ini menyajikan berbagai macam makanan dan minuman khas Tionghoa maupun Indonesia.

Walaupun sempat vakum lama dan baru dibuka kembali pada 10 September 2022, tempat ini masih diminati oleh warga untuk berburu kuliner atau sekadar nongkrong bersama.

Namun setahun setelah dibuka, kini Kya-Kya Kembang Jepun sudah tidak seramai waktu awal setelah peresmian dulu. Bahkan saat Radar Surabaya berkunjung ke sana, Sabtu (9/9), terdapat beberapa stand yang sudah tidak buka. Meski demikian, jumlah pengunjung yang berkunjung ke kawasan kuliner ini masih lumayan banyak dan rata-rata adalah anak muda.

Beberapa pedagang pun mulai merasakan sepinya pengunjung yang datang ke sana. Salah satunya adalah Bagus, pedagang Roti Bakar Kukus. Dia mengatakan jika omzet penjualannya setiap hari menurun.

Ini berbeda dengan saat pertama kali berjualan di Kya-Kya Kembang Jepun pada 2022 lalu. "Mungkin gara-gara di Surabaya sekarang lagi banyak event, jadi customer-nya dibagi," ujarnya.

Menurut Bagus, keramaian pengunjung kerap terjadi di hari Sabtu. Sedangkan di hari Jumat, pengunjung yang mendatangi kawasan kuliner tersebut cenderung landai.

Hal ini juga dirasakan oleh Nur Aisyah, penjual minuman dingin. Dirinya mengatakan jika dulu berjualan omzetnya sampai empat ratus ribu rupiah. Namun wanita ini juga bercerita kalau dirinya juga pernah hanya mendapatkan omzet sepuluh ribu rupiah saja. "Waktu itu kebetulan lagi hujan. Makanya banyak yang gak beli es," tambahnya.

Kondisi sepinya pengunjung saat ini bahkan lebih buruk dibanding saat bulan puasa lalu. Waktu itu, pedagang di Kya Kya justru panen omzet. Ini karena selama bulan puasa, Kya-Kya justru menjadi tujuan warga setempat dan wisatawan untuk berbuka puasa bersama dan menikmati hidangan lezat.

Suasana wisata kuliner Kya Kya Kembang Jepun Surabaya tampak sepi pengunjung setelah setahun resmi dibuka pada 10 September 2022 lalu. (ANGELICA/RADAR SURABAYA)
Suasana wisata kuliner Kya Kya Kembang Jepun Surabaya tampak sepi pengunjung setelah setahun resmi dibuka pada 10 September 2022 lalu. (ANGELICA/RADAR SURABAYA)

Apalagi, pedagang makanan dan minuman di Kya-Kya juga meluncurkan menu khusus dan diskon untuk menyambut bulan suci Ramadan yang menarik banyak pelanggan. "Selama bulan puasa, kami mendapat lonjakan penjualan hingga 40 persen, Tapi setelahnya, penjualan kami merosot tajam," kata Munti, pemilik kedai Warung Es Teh Solo.

Kondisi ini berbeda dibanding hari-hari biasa. Banyak pedagang mengaku mengalami penurunan signifikan dalam pendapatan. Beberapa pedagang telah mencoba berbagai strategi untuk meningkatkan penjualan seperti menawarkan diskon dan promosi khusus. Namun hasilnya belum memuaskan.

Tak hanya pedagang, beberapa pengunjung juga merasakan suasana sepi wisata kuliner Kya Kya Kembang Jepun. "Dulu tiap mau ke sini mesti macet dan gak dapat tempat parkir. Sekarang ini malah kelihatan sepi," kata Nia, salah satu pengunjung Kya-Kya Kembang Jepun.

Berlainan dengan Nia, seorang pengunjung bernama Azzahra memberikan kesan berbeda. Karena baru pertama kali berkunjung ke Kya-Kya, mahasiswa tersebut mengaku tempat kuliner tersebut cukup ramai. "Suasananya enak sih dan luas. Cuman, tempat buat makannya yang terbatas," tegasnya.

Dengan adanya penurunan jumlah pengunjung ini, pedagang berharap Pemkot Surabaya bisa mencarikan solusi agar Kya-kya Kembang Jepun kembali menjadi jujukan warga. Misalnya dengan mempromosikan melalui media social dan media promosi lain.

Melalui metode tersebut, diharapkan minat warga Surabaya untuk mengunjungi Kya-kya Kembang Jepun bisa lebih tinggi lagi seperti saat awal peresmian. “Menambah tempat untuk dine in juga diperlukan, supaya banyak orang bisa menikmati makanan di sini dengan tenang,” kata Azzahra. (mg1/mg2/jay)

Editor : Jay Wijayanto
#kya kya kembang jepun #tionghoa #sepi pengunjung #kuliner