SURABAYA - Pelaku usaha food and beverage (FnB) terus menggeliat. Itu mendorong kehadiran tempat nongkrong baru di Kota Pahlawan. Fenomena itu karena dominasi anak muda.
Ketua Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Jatim, Ferry Setiawan menjelaskan, anak muda menjadi pilar sektor FnB di Surabaya. Mereka menjadi pelaku usaha, sekaligus mereka pun konsumen. "Bicara inovasi mereka sangat cepat," ujarnya.
Peran anak muda menyuburkan ekosistem tempat nongkrong di Surabaya. Menurutnya, mereka cukup melek digital. Selain itu, anak muda memahami market anak muda di Surabaya. "Mereka menyediakan tempat yang potensial," jelasnya.
Tempat nongkrong yang cukup populer adalah kafe. Katanya, di Surabaya ada sekitar 1,3 ribu kafe pada 2018 lalu. Saat itu, terjadi kenaikan jumlah 30 persen dari 2017. "Sekarang tentunya jumlah itu ada kenaikan. Kami belum mendapat data yang pasti berapa total tahun ini," imbuh Ferry.
Jumlah itu menyebabkan Surabaya menjadi surganya tempat nongkrong. Tiap kafe menawarkan konsep dan tempat yang nyaman untuk segala aktivitas. Menurutnya, tren nongkrong itu mulai populer sejak 2016 lalu. (hil/nur)
Editor : Jay Wijayanto