SURABAYA - Surabaya memang terkenal dengan keberagaman budayanya. Salah satunya yakni Tionghoa yang sangat lekat dan menyebar luas. Banyak lokasi yang lekat khas Pecinan. Salah satunya yakni Pasar Atom dengan pusat jajanan Tionghoa-nya yang lokasinya pun tak jauh dari kawasan Pecinan Kembang Jepun.
Pasar Atom sendiri juga identik dengan masyarakat Tionghoa, karena sebagian pengunjungnya adalah orang-orang Tionghoa. Di sana terdapat beragam kuliner khas Tionghoa, seperti cakue, pastel ayam, bakmi, bakwan, siobak, bakcang, dan lain sebagainya.
Bisa dibilang tempat ini adalah sarang bagi pecinta kuliner legendaris khas Tionghoa. Salah satu kios yang terkenal di pasar ini yaitu kios Cakue Peneleh. Kios ini merupakan kuliner Tionghoa yang legendaris berdiri sejak 1988.
“Di sini tidak hanya menjual cakue saja, tetapi ada beberapa menu jajanan lain yang disukai pembeli seperti roti goreng, ote-ote ayam, kue lobak, bakpao, dan masih banyak lagi” ujar salah satu karyawannya.
Pengunjung banyak memadati kios pedagang yang berada dilantai 1, di situ terdapat banyak pedagang jajanan kiloan. Beraneka macam jajanan kiloan yang dijual sangat lengkap dan para pengunjung rela mengantri untuk membeli.
Berada di lantai yang sama terdapat lorong yang terkenal dengan sebutan Gang Madura. “Di dalam gang ini mayoritas pedagang berasal dari madura yang menjual berbagai kuliner khas Madura seperti nasi campur madura, bubur madura, urap-urap, dan lain sebagainya.” ujar Maryamah, penjual bubur madura
Pasar ini juga tidak hanya menjual kuliner saja melainkan banyak toko perhiasan, toko baju dan toko aksesoris, karena sedari awal pasar ini berdiri sebagai pasar modern (mal). Pasar atom bisa dikatakan sebagai pasar modern karna harga barang yang dijual disini relatif lebih mahal.
“Dulunya pasar ini sangat terkenal di tahun 1990-an hingga 2000-an, namun seiring berjalannya waktu dan bangunan yang mulai lawas Pasar Atom kini kurang dikenal dan diminati oleh kalangan remaja.” ujar Andrean salah satu pemilik kios di sana. (mag/nur)
Editor : Jay Wijayanto