Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Menikmati Aneka Kuliner Tradisional di Pasar Blauran, Ternyata Dulu Pedagangnya Bukan Orang Surabaya

Jay Wijayanto • Rabu, 30 Agustus 2023 | 21:20 WIB
JADI JUJUKAN: Di Pasar Blauran berbagai kuliner tradisional bisa ditemukan, mulai bubur, dawet, hingga tahu campur. (MOH RAFIF RABBANI/RADAR SURABAYA)
JADI JUJUKAN: Di Pasar Blauran berbagai kuliner tradisional bisa ditemukan, mulai bubur, dawet, hingga tahu campur. (MOH RAFIF RABBANI/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Ingin berburu kuliner tradisional di Surabaya banyak sekali tempatnya. Salah satunya yakni di Pasar Blauran. Meskipun tak nampak dari luar, tapi di dalam pasar ini seperti surga bagi penikmat kuliner tradisional. Mulai dari kudapan tradisional seperti jajanan pasar, bubur, dawet grendul, rujak cingur, soto, tahu campur, dan lain sebagainya. Beragam kuliner tradisional yang menggudah selera bisa ditemukan di pasar ini.

Salah satu kuliner tradisional yang terkenal di pasar ini yakni dawet grendul. Tak hanya satu, ada banyak pedagang yang menjual dawet grendul di sini. Salah satunya yakni Riyatin yang sudah berjualan dawet di Pasar Blauran sejak 1983.

Riyatin menuturkan, setiap hari dirinya membuat 30-40 porsi dawet. Puluhan pembeli selalu memadati lapaknya setiap hari. Ia memiliki pelanggan tetap dari wilayah kota Surabaya dan Sidoarjo.

Sementara pedagang lain, Ridwan, penjual soto dan bakso ini menuturkan, pada awal masa jayanya mayoritas pedagang di sana berasal dari kota Gresik dan Lamongan, namun pada masa pandemi banyak toko yang dijual dan beralih kepemilikan oleh pedagang yang mayoritas warga Surabaya.

Pedagang yang bukan domisili surabaya banyak yang bertempat tinggal di sekitar wilayah Pasar Blauran dengan alasan agar tidak terlalu jauh dari tempat mereka berjualan,” terang Ridwan.

Jajanan dan makanan yang dijual di Pasar Blauran belum tentu dapat ditemukan di pasar Surabaya lainnya, sehingga pasar ini menjadi favorit untuk berburu kuliner tradisional. “Harga yang murah serta rasa yang enak juga menjadi alasan pengunjung memilih datang ke Blauran,” imbuh Ridwan.

Meskipun di tengah gempuran berbagai jajanan kekinian dan makanan modern, pusat kuliner Pasar Blauran tetap mampu bertahan dan dicintai penggemarnya. (mag/nur)

Editor : Jay Wijayanto
#kuliner tradisional #Kuliner di Surabaya #pasar blauran