AI Ubah Dunia Kerja, Keterampilan Manusia Tetap Jadi Andalan

Andy Satria • Dipublikasikan Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:50 WIB
WORLD SKILLS: Suasana Konferensi WorldSkills ke-48 yang digelar di Shanghai. Di dalam konferensi tersebut, perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai mengubah cara manusia bekerja menjadi pembahasan.(IST/RADAR SURABAYA)
WORLD SKILLS: Suasana Konferensi WorldSkills ke-48 yang digelar di Shanghai. Di dalam konferensi tersebut, perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai mengubah cara manusia bekerja menjadi pembahasan.(IST/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai mengubah cara manusia bekerja. Di tengah pesatnya otomatisasi dan transformasi digital, keterampilan manusia seperti berpikir kritis, beradaptasi, dan berempati tetap menjadi bekal penting untuk menghadapi perubahan dunia kerja.

Isu tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Konferensi WorldSkills 2026 yang digelar di Shanghai, Tiongkok, bersamaan dengan Kompetisi WorldSkills ke-48. Forum ini mempertemukan ahli pendidikan kejuruan, pelaku industri, dan perwakilan organisasi internasional untuk membahas kebutuhan keterampilan tenaga kerja pada masa depan.

"Konferensi ini menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai perspektif sekaligus membahas tantangan yang muncul akibat perkembangan teknologi, termasuk dampak AI terhadap pasar tenaga kerja," ujar Francis Hourant, Presiden WorldSkills International melalui keterangan tertulisnya. 

Baca Juga: Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Cahyo Harjo Prakoso Sebut Fase Penting Menuju Indonesia Emas 2045

Diskusi dalam forum itu menekankan pentingnya mempersiapkan generasi muda agar tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memiliki keterampilan manusia yang mendukung kemampuan teknis.

Mantan peserta WorldSkills dari Uni Emirat Arab, Narmeen Almarzooqi, yang menjadi salah satu pembicara dalam diskusi panel, menilai keterampilan lunak atau soft skills tetap dibutuhkan di tengah perkembangan AI.

Kemampuan berpikir kritis, beradaptasi, dan memiliki empati sosial menjadi modal penting yang tidak bisa diabaikan. Keterampilan tersebut membantu pekerja menghadapi perubahan pola kerja, menyelesaikan persoalan kompleks, serta membangun kerja sama di lingkungan profesional.

Baca Juga: Diet Instan Bisa Ganggu Metabolisme, Dokter Ingatkan Risiko PCOS pada Perempuan

Perubahan dunia kerja juga tercermin dalam Kompetisi WorldSkills ke-48 di Shanghai. Ajang tersebut diikuti 1.385 peserta dari 68 negara yang berkompetisi dalam 64 kategori keterampilan.

Sebanyak tujuh kategori baru diperkenalkan, sementara kategori lainnya diperbarui untuk menyesuaikan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.

Kompetisi internasional tersebut menunjukkan bahwa pendidikan dan pelatihan kejuruan perlu terus mengikuti perubahan zaman. Penguasaan keterampilan teknis tetap menjadi dasar, tetapi harus diimbangi kemampuan belajar secara berkelanjutan, beradaptasi, dan bekerja sama.

Baca Juga: Bank Jatim Fasilitasi 30 UKM Tembus Pasar Global

Selain kompetisi, WorldSkills 2026 menghadirkan sejumlah kegiatan pendukung, seperti Konferensi WorldSkills, WorldSkills Shanghai 2026 Expo, dan program Satu Sekolah Satu Anggota.

Berbagai kegiatan tersebut menjadi sarana pertukaran pengetahuan dan pengalaman untuk memperkuat pengembangan pendidikan kejuruan di berbagai negara.

Francis Hourant berharap pengalaman dari rangkaian kegiatan WorldSkills 2026 dapat mendorong peningkatan kualitas pendidikan kejuruan sekaligus menginspirasi lebih banyak anak muda untuk menekuni karier berbasis keterampilan.

Baca Juga: Berkat KUR BRI, Comring Sawargi Garut Berdayakan 12 Pekerja Lokal

"Kompetisi keterampilan internasional juga memperlihatkan bahwa penguasaan kompetensi dapat membuka peluang bagi generasi muda untuk membangun karier dan bersaing di tingkat global," ujarnya. 

Di tengah perkembangan AI, tantangan dunia kerja bukan sekadar menyiapkan tenaga kerja yang mampu menggunakan teknologi. Pekerja juga perlu memiliki kemampuan untuk memahami persoalan, mengambil keputusan, dan berkolaborasi dengan orang lain.

Karena itu, pendidikan kejuruan memiliki peran strategis dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi kebutuhan industri yang terus berubah. Perpaduan antara keterampilan teknis, penguasaan teknologi, dan kemampuan manusia diharapkan menjadi bekal untuk menghadapi persaingan kerja pada masa depan. (sam/gun)

Editor : Guntur Irianto
Sumber : radar surabaya
manusia perkembangan AI perubahan dunia kerja