Tekankan Ideasto Responsible AI Visual
RADAR SURABAYA - ARTIFICIAL Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan kini mampu melahirkan ribuan desain dalam hitungan detik. Namun tanpa ide orisinal manusia, yang dihasilkan hanyalah tempelan visual yang indah tapi hampa makna.
’’Tak heran kalau ada karya AI tapi hasilnya ’B’ aja,” ujar Art Director dan Creative MAD Mahdi Albart pada Rabu (14/10) di Universitas Surabaya.
Mahdi didapuk sebagai narasumber dalam event Generasi Terkoneksi (GENSi) Creative AI Learning yang diinisiasi oleh Indosat Ooredoo Hutchison dan bekerja sama dengan Adobe Express. Di workshop tersebut Mahdi menekankan prinsip idea first, AI after.
Kehadiran kecerdasan buatan dinilai seharusnya menempatkan anak muda sebagai penggerak utama (empowered creator), bukan sekadar penonton pasif. AI idealnya hanya mengambil porsi sekitar 30 hingga 50 persen dari keseluruhan proses kreatif, yang utamanya dimanfaatkan pada tahap eksplorasi akhir dan eksekusi visual.
’’Penentu utama kualitas sebuah karya tetap berada pada daya kritis manusia melalui final judgement,” tegas Mahdi.
Lemahnya karya berbasis AI umumnya disebabkan oleh prompting atau instruksi yang terlalu umum, tidak adanya evaluasi, hingga proses yang instan. Untuk itu, Mahdi mengajak sekitar 150 mahasiswa Ubaya untuk menyusun creative brief yang jelas pada platform seperti Adobe Express sebelum merumuskan prompting.
Dekan Fakultas Industri Kreatif Ubaya Prof Ir Markus Hartono PhD IPU menyambut positif acara tersebut. ’’Di event ini mahasiswa dapat belajar langsung bersama praktisi,” ujarnya.
Tak sekadar teori, para peserta yang mendapatkan akses free Adobe Premium 180 hari dari perdana Tri dan IM3 menggunakan jaringan internet Indosat 5G itu langsung ditantang membuat poster digital ber format 4:3.
Ada tiga tema yang diangkat untuk menggambarkan peran konektivitas Indosat dalam mendukung gaya hidup digital mahasiswa Surabaya, mulai streaming, gaming, hingga work from cafe.
Mahasiswa juga diajak mengevaluasi karya berdasarkan kejelasan pesan, komposisi layout, konsistensi visual, serta transparansi hak cipta aset yang digunakan. Dari poster yang dibuat oleh peserta workshop, terpilih tiga karya terbaik. Mereka mendapatkan hadiah berupa modem HiFi Air 5G, HiFi Air, dan powerbank.
’’Kombinasi jaringan internet Indosat 5G yang stabil dan fitur eksplorasi pada Adobe Express sangat membantu mempercepat proses pengolahan ide saya dari konsep editorial hingga menjadi sebuah desain poster,” ujar Samuel, mahasiswa DKV Ubaya. (*)
Editor : Guntur IriantoSumber : radar surabaya