RADAR SURABAYA – Tiga mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan inovasi Vityuu Mouth Spray,
semprotan mulut berbahan herbal yang dirancang untuk membantu mengurangi keinginan mengonsumsi makanan dan minuman manis.
Inovasi tersebut dikembangkan di tengah meningkatnya perhatian terhadap pola konsumsi gula pada anak-anak dan remaja di Indonesia.
Tingginya konsumsi makanan dan minuman manis menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan risiko gangguan metabolisme dan diabetes.
Vityuu Mouth Spray dikembangkan oleh mahasiswa Departemen Manajemen Bisnis ITS, yakni Muhammad Nadhif Ikmalsyah, Kevin Ananta Marga, dan Naila Zanuba Mustikaningrum.
Pengembangan dan pembinaan usaha dilakukan di bawah naungan Inkubator Layanan Bisnis ITS (ILBI), Direktorat Inovasi dan Kawasan Sains Teknologi (DIKST) ITS.
Vityuu Mouth Spray Sasar Reseptor Rasa Manis
Direktur IKST ITS, Dr. Ir. Endroyono, DEA, yang akrab disapa Edo, mengatakan ITS terus mendorong mahasiswa mengembangkan gagasan menjadi inovasi dan usaha yang memiliki manfaat bagi masyarakat.
Baca Juga: OMI 2026: Jatim Jadi Provinsi dengan Peserta Terbanyak, 41.488 Siswa Siap Berkompetisi
Pendampingan dilakukan mulai dari penguasaan ilmu, hilirisasi hasil riset, strategi pemasaran, hingga membuka akses terhadap mitra dan investor.
“Kami (ITS) konsisten memanfaatkan jejaring yang ada, seperti mitra industri ataupun kementerian, guna mendampingi pengembangan usaha para mahasiswa,” terang Edo, Rabu (9/9).
Direktur Operasional Vityuu, Kevin Ananta Marga, menjelaskan bahwa produk tersebut memanfaatkan zat aktif asam gimnemik yang berasal dari tanaman Gymnema sylvestre asal India.
Menurut Kevin, zat tersebut bekerja pada reseptor rasa manis di lidah. Mekanisme itu menjadi dasar pengembangan Vityuu untuk membantu mengurangi dorongan mengonsumsi makanan dan minuman manis secara berlebihan.
“Jadi, produk kami ini bekerja tepat di titik pemicu paling awal dari siklus sugar craving (keinginan kuat untuk mengonsumsi makanan dan minuman manis, Red.) dengan menutup reseptor manis pada lidah,” paparnya.
Bukan Sekadar Mengurangi Rasa Manis
Kevin menjelaskan, rasa manis yang diterima lidah dapat memberikan sinyal kenikmatan ke otak dan berkaitan dengan mekanisme penghargaan atau reward system.
Baca Juga: Alphard Tabrak 11 Motor dan Mobil di Jalan Menur Pumpungan Surabaya, Dua Orang Luka Parah
Kondisi tersebut dapat membuat seseorang terdorong mengonsumsi makanan atau minuman manis kembali.
Vityuu dikembangkan untuk memengaruhi proses tersebut sejak tahap awal dengan mengurangi kemampuan lidah mendeteksi rasa manis.
Dengan berkurangnya sensasi manis, pengguna diharapkan lebih mudah mengendalikan keinginan mengonsumsi gula.
Namun, penggunaan produk semacam ini tidak dapat menggantikan pola makan sehat, aktivitas fisik, maupun penanganan medis bagi orang yang telah mengalami diabetes.
Efektivitas Vityuu terhadap kadar gula darah dan insulin juga perlu dinilai melalui penelitian klinis yang memadai.
“Sehingga untuk mengubah pola craving secara jangka panjang tetap perlu adanya penggunaan konsisten sebagai bagian dari kebiasaan,” tuturnya.
Menggunakan Gymnema sylvestre, Peppermint, dan Stevia
Formula Vityuu Mouth Spray menggunakan beberapa bahan yang disebut berbasis herbal, yakni ekstrak daun Gymnema sylvestre, peppermint, dan stevia.
Menurut tim pengembang, formulasi tersebut telah melalui pengujian yang mereka lakukan dan ditujukan untuk penggunaan jangka panjang dengan efek samping minimal.
Meski demikian, fungsi utama produk tetap membutuhkan kontak dengan permukaan lidah.
Baca Juga: Sebulan Command Center 112 Surabaya Tangani 2.375 Kasus, Didominasi Darurat Medis dan Laka Lantas
Produk yang langsung tertelan tanpa sempat bersentuhan cukup lama dengan lidah dinilai tidak akan bekerja secara optimal pada reseptor rasa manis.
“Hanya saja, fungsi utamanya tidak akan optimal jika langsung tertelan tanpa sempat kontak lama dengan lidah,” terangnya.
Cara Pakai Vityuu Mouth Spray
Penggunaan Vityuu Mouth Spray relatif praktis. Pengguna cukup menyemprotkan produk sebanyak dua hingga tiga kali ke permukaan lidah.
Tim pengembang menyebut sensitivitas terhadap rasa manis dapat berkurang setelah penggunaan.
Sementara itu, sensasi rasa asin, asam, maupun pedas tetap dapat dirasakan.
Efek tersebut diklaim dapat bertahan sekitar 15 hingga 60 menit. Penurunan sensitivitas terhadap rasa manis diharapkan membantu pengguna mengurangi keinginan mengonsumsi makanan dan minuman manis.
“Inovasi ini kini sudah diproduksi secara masif,” ungkap Kevin.
Inovasi Mahasiswa ITS untuk Tantangan Kesehatan
Vityuu Mouth Spray dikembangkan oleh tim dari Fakultas Desain Kreatif dan Bisnis Digital (FDKBD) ITS. Inovasi tersebut menjadi contoh pengembangan ide mahasiswa yang menggabungkan aspek bisnis, teknologi, dan pemanfaatan bahan herbal.
Melalui pendampingan inkubator bisnis, mahasiswa tidak hanya diarahkan menghasilkan produk, tetapi juga mengembangkan strategi agar inovasi dapat memiliki nilai ekonomi dan manfaat yang lebih luas.
Bagi masyarakat, Vityuu ditawarkan sebagai salah satu pendekatan untuk membantu mengurangi ketertarikan terhadap rasa manis.
Meski demikian, upaya menjaga kadar gula darah dan mencegah diabetes tetap membutuhkan pola hidup sehat, termasuk membatasi konsumsi gula, menjaga berat badan, beraktivitas fisik, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.(rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan