RADAR SURABAYA - Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan adopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di industri otomotif, dealer resmi kendaraan listrik, BYD Haka Auto, menegaskan komitmennya untuk terus menciptakan nilai tambah (value) bagi konsumen melalui pendekatan pemasaran yang lebih humanis dan relevan.
Komitmen tersebut menjadi sorotan utama dalam ajang tahunan The 14th Annual Surabaya Marketing Week 2026 yang diselenggarakan oleh Marketeers di The Sheraton Hotel, Surabaya, Kamis (3/9/2026).
Baca Juga: BYD Siap Operasikan Pabrik Mobil Listrik di Subang Awal 2026, Bawa Harapan Baru untuk Ekonomi Lokal
Ajang berkonsep Corporate Day bertema "Winning the Competition in the Age of AI" ini dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak beserta jajaran pimpinan bisnis dan praktisi pemasaran terkemuka.
Hadir sebagai salah satu pemapar dalam Breakout Session bertema "Crafting Value Through Story", Operation Manager Central Area BYD Haka Auto, Chitra Ortho P., menekankan pentingnya narasi (storytelling) dan koneksi emosional di era otomatisasi digital.
Baca Juga: BYD Atto 1 Resmi Meluncur, Siap Geser Pasar LCGC di Surabaya
Menurutnya, meskipun teknologi AI mampu mempercepat analisis data dan proses bisnis, kepercayaan konsumen terhadap merek tetap terbangun dari nilai-nilai serta cerita nyata yang dihadirkan di lapangan.
"Di era kecerdasan buatan, teknologi memang mempercepat proses dan analisis data. Namun, kepercayaan pelanggan tetap terbangun dari nilai serta cerita nyata yang kami hadirkan. Di BYD Haka Auto, kami tidak hanya menjual kendaraan listrik, tetapi juga menyampaikan nilai tentang keberlanjutan, efisiensi, dan gaya hidup masa depan yang berpusat pada kebutuhan konsumen," ujar Ndandit sapaan akrab Chitra Ortho.
Baca Juga: Presiden Prabowo Ungkap Potensi Bank Emas, BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton
Lebih lanjut, Ndandit menjelaskan keberhasilan ekosistem BYD yang kini telah bertransformasi dari perusahaan baterai hingga menjadi raksasa electric vehicle (EV) global nomor satu di 121 negara dengan akumulasi penjualan mencapai 16,5 juta unit.
Pendiri BYD, Wang Chuanfu, jeli melihat peluang pasar sejak awal dengan memanfaatkan kekuatan utama perusahaan pada teknologi baterai.
Baca Juga: Prabowo Resmikan BBM B50, Harga Biosolar Tetap Rp6.800 per Liter, Hemat Devisa Rp170 Triliun
Keunggulan tersebut didukung oleh full industrial chain strategy serta vertical integration, di mana BYD memproduksi seluruh komponen inti secara mandiri dari hulu ke hilir.
"BYD memproduksi semua lini dari hulu ke hilir. Semua vendor-nya adalah milik BYD. Sehingga apapun mobil, apapun teknologi, apapun produk yang dibuat adalah satu vendor, Kami punya semua vendor di sana, vendor kami semuanya adalah BYD. Karena supply chain ini, kami bisa menghasilkan produk seperti Denza dengan teknologi canggih namun harga yang jauh lebih kompetitif dibanding kompetitornya," papar Ndandit.
Kekuatan inovasi BYD juga tercermin dari pendaftaran hampir 45 paten baru setiap harinya serta penguasaan pasokan baterai dunia, di mana sekitar 20–25% perangkat elektronik global seperti smartphone, tablet, hingga laptop menggunakan baterai buatan BYD.
Tidak hanya kendaraan penumpang, BYD juga mengepakkan sayapnya ke segmen transportasi massal seperti bus listrik, truk, kendaraan khusus, hingga kereta api dan energi terbarukan.
Di Indonesia sendiri, armada bus Transjakarta telah mengadopsi bus listrik BYD sejak 2018, dan komitmen tersebut dipertegas melalui investasi senilai Rp 11,7 triliun untuk pembangunan pabrik di Subang berkapasitas 150.000 unit per tahun yang siap mengekspor kendaraan ke wilayah Asia Pasifik.
Selain kesiapan manufaktur dan rencana penerapan teknologi Blade Battery versi 2 berfitur Ultra Fast Charging (pengisian daya 20% ke 100% hanya dalam 7 menit), BYD Haka Auto menekankan bahwa peran dealer di era modern bukan sekadar kanal penjualan (sales channel), melainkan penyedia pengalaman (experience provider).
Haka Auto yang saat ini mengoperasikan 25 dealer dari total sekitar 120 dealer BYD di Indonesia terus meningkatkan standar layanannya, termasuk penerapan batas waktu respons (response time) maksimal 4 jam untuk setiap pertanyaan konsumen selama 24 jam nonstop yang dipantau langsung dari Shenzhen, China.
"Fitur bisa diduplikasi, harga bisa diduplikasi, tapi apa yang customer rasakan, itu enggak bisa diduplikasi. Produk membuat customer tertarik, kegiatan atau experience membuat customer akan kagum, tapi trust membuat customer akan memilih kita beli produk kita atau tidak," tegas Ndandit.
Berkat keunggulan operasional dan komitmen terhadap penanganan keluhan pelanggan (Complaint Handling Management), Haka Auto berhasil mencatatkan skor Net Promoter Score (NPS) mencapai 94,5%, tertinggi di antara grup BYD di Indonesia dan melampaui rata-rata Asia Pasifik.
Kehadiran BYD Haka Auto dalam ajang Surabaya Marketing Week 2026 ini mempertegas posisinya sebagai mitra strategis dalam mengakselerasi adopsi kendaraan listrik di Jawa Timur sekaligus membuktikan bahwa kepercayaan (trust) pelanggan adalah kunci utama memenangkan persaingan bisnis di era AI. (nov/vga)
Editor : Vega Dwi AristaSumber : radar surabaya