RADAR SURABAYA – Seiko Epson Corporation (TSE: 6724, “Epson”) mencatatkan tonggak penting dalam perjalanan bisnis dan inovasinya.
Penjualan kumulatif printer tangki tinta Epson EcoTank telah menembus lebih dari 100 juta unit di seluruh dunia sejak teknologi tersebut diperkenalkan pada 2010.
Pencapaian tersebut semakin menarik karena Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang memperkenalkan teknologi printer tangki tinta Epson kepada pasar.
Dari Indonesia, teknologi EcoTank kemudian berkembang secara global. Saat ini, produk tersebut telah tersedia di 170 negara dan wilayah, serta digunakan oleh berbagai kalangan, mulai dari pengguna rumahan, pelaku usaha kecil dan menengah, hingga perusahaan.
Baca Juga: Bursa Transfer: Barcola Tak Main di Piala Super Eropa, Liverpool Makin Dekat?
EcoTank Ubah Cara Konsumen Mencetak
Pencapaian penjualan 100 juta unit tidak hanya mencerminkan pertumbuhan EcoTank sebagai produk printer.
Lebih dari itu, capaian tersebut menunjukkan perubahan kebutuhan konsumen terhadap solusi pencetakan.
EcoTank hadir dengan konsep tangki tinta berkapasitas tinggi dan sistem pengisian tinta yang dirancang praktis.
Teknologi tersebut dikembangkan untuk menjawab kebutuhan pengguna terhadap printer yang hemat, efisien, dan mudah digunakan.
Dibandingkan printer berbasis kartrid konvensional, printer tangki tinta Epson menawarkan kapasitas cetak lebih tinggi dengan biaya operasional yang lebih rendah.
Penggunaan botol tinta isi ulang juga mengurangi ketergantungan terhadap kartrid sekali pakai.
Hal ini turut mendukung upaya mengurangi limbah plastik yang dihasilkan dari aktivitas pencetakan.
Indonesia Jadi Titik Awal Perjalanan EcoTank
Managing Director Epson Indonesia, Ng Ngee Khiang, mengatakan pengembangan printer tangki tinta menjadi tantangan tersendiri karena konsepnya berbeda dengan printer berbasis kartrid konvensional.
Baca Juga: De Zerbi Siapkan Sandro Tonali Jadi Pemimpin Skuad Tottenham Hotspur
Namun, Epson terus melakukan inovasi untuk menghadirkan pengalaman mencetak yang lebih nyaman, hemat biaya, dan ramah lingkungan.
“Mengembangkan printer tangki tinta merupakan sebuah tantangan tersendiri karena konsepnya sangat berbeda dengan printer berbasis kartrid konvensional.
Namun, kami terus berinovasi untuk menghadirkan pengalaman mencetak yang lebih nyaman, hemat biaya, dan lebih ramah lingkungan,” ujar Ng Ngee Khiang.
Menurutnya, Indonesia memiliki posisi istimewa dalam perjalanan EcoTank karena menjadi negara pertama tempat teknologi tersebut diperkenalkan.
Antusiasme konsumen sejak awal menjadi salah satu faktor penting dalam perkembangan EcoTank hingga mencapai pasar global.
“Pencapaian lebih dari 100 juta unit secara global menjadi bukti bahwa inovasi yang berangkat dari kebutuhan nyata pelanggan dapat memberikan dampak yang luas dan berkelanjutan,” katanya.
Epson Klaim Pimpin Pasar Printer Tangki Tinta
Seiring dengan meningkatnya adopsi printer tangki tinta secara global, Epson menyatakan masih mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar pada segmen tersebut.
Epson mengklaim menguasai sekitar 45 persen dari total pengiriman printer inkjet untuk kebutuhan rumah tangga dan perkantoran di dunia.
Posisi serupa juga dipertahankan Epson di kawasan Asia Tenggara, khususnya pada segmen printer tangki tinta.
Capaian tersebut dinilai mencerminkan kepercayaan konsumen terhadap teknologi EcoTank sekaligus komitmen Epson untuk menghadirkan solusi pencetakan yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Dari Rumah hingga Perkantoran
EcoTank kini digunakan untuk berbagai kebutuhan pencetakan. Di rumah, printer tersebut dapat dimanfaatkan untuk mencetak dokumen dan materi pembelajaran.
Sementara itu, pelaku usaha dapat memanfaatkannya untuk mendukung aktivitas bisnis sehari-hari.
Di lingkungan perkantoran, EcoTank dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pencetakan dengan mempertimbangkan efisiensi biaya dan kemudahan penggunaan.
Bagi Epson, penjualan lebih dari 100 juta unit merupakan tonggak penting, tetapi bukan akhir dari perjalanan EcoTank.
Perusahaan menyatakan akan terus mengembangkan inovasi yang berorientasi pada kebutuhan pelanggan di Asia dan berbagai belahan dunia.
Fokus pengembangan diarahkan pada solusi pencetakan yang semakin efisien, memberikan nilai tambah, serta mendukung aspek keberlanjutan.
Perjalanan EcoTank yang dimulai dari Indonesia pun menjadi contoh bagaimana inovasi yang berangkat dari kebutuhan pasar lokal dapat berkembang menjadi solusi global.(nin)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan