RADAR SURABAYA – OpenAI mengonfirmasi adanya serangan siber yang menargetkan aplikasi ChatGPT versi Mac.
Kendati demikian, perusahaan memastikan bahwa data pengguna tidak terdampak dan tetap aman.
Serangan ini bermula dari kampanye peretasan terhadap proyek perangkat lunak open source yang umum digunakan dalam proses pembaruan sistem.
Dalam insiden tersebut, dua perangkat milik karyawan OpenAI dilaporkan menjadi korban.
“Setelah mengidentifikasi aktivitas berbahaya tersebut, kami segera melakukan investigasi, penanganan, serta langkah-langkah perlindungan sistem,” tulis OpenAI dalam pernyataan resminya, Sabtu (16/5).
Serangan Melalui Pustaka Open Source
OpenAI menjelaskan bahwa celah keamanan berasal dari serangan terhadap TanStack, yakni pustaka open source yang digunakan pengembang untuk membangun aplikasi web.
Baca Juga: MK Tolak Gugatan Syarat Pendidikan S2 untuk Caleg, Ini Pertimbangan Lengkapnya
Meski terjadi pelanggaran, hasil investigasi menunjukkan tidak ada bukti bahwa data pengguna ChatGPT berhasil diretas. Sistem utama tetap terlindungi dengan baik.
Perusahaan menyebutkan hanya sebagian kecil kredensial internal yang berhasil diakses.
Untuk memastikan keamanan, OpenAI juga menunjuk pihak ketiga guna melakukan analisis forensik digital secara menyeluruh.
“Kami memastikan hanya kredensial terbatas yang tereksfiltrasi dari repositori kode dan tidak ada informasi lain yang terdampak,” jelas OpenAI.
Sertifikat Dicabut, Pengguna Diminta Update
Dalam insiden tersebut, kode yang terdampak sempat memiliki kemampuan untuk menyetujui sertifikat produk OpenAI.
Sebagai langkah mitigasi, perusahaan langsung mencabut sertifikat lama dan memblokir aplikasi yang masih menggunakannya.
Baca Juga: Dihajar Aston Villa, Keterpurukan Terbaru Liverpool Cerminan dari Musim yang Buruk
OpenAI mengimbau pengguna Mac agar segera memperbarui aplikasi ChatGPT ke versi terbaru.
Sementara itu, pengguna Windows dan iOS tidak perlu melakukan tindakan tambahan.
Bukan Kasus Pertama
Insiden ini bukan yang pertama bagi aplikasi ChatGPT di Mac. Pada 2024, aplikasi tersebut sempat disorot karena menyimpan percakapan pengguna secara lokal tanpa enkripsi.
Meski demikian, OpenAI menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan sistem keamanan guna melindungi data pengguna di tengah meningkatnya ancaman siber global.
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan