RADAR SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menyatakan komitmen penuh dalam mendukung transformasi riset nasional.
Langkah ini selaras dengan penyusunan Peta Jalan Riset Strategis Nasional 2026–2045 yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI.
Sebagai kampus teknologi terdepan, ITS fokus pada penguatan hilirisasi riset dan percepatan komersialisasi inovasi.
Fokus utama diarahkan pada sektor strategis yang menjadi prioritas Presiden RI Prabowo Subianto, yakni kemandirian pangan dan energi.
Penyelarasan Riset dengan Program Prioritas Nasional
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Brian Yuliarto, menegaskan bahwa riset di perguruan tinggi tidak boleh berdiri sendiri.
Baca Juga: Visiting Top Professor di Fakultas Psikologi Unesa: Dorong Inovasi Riset dan Dukung SDGs 5
Seluruh inovasi wajib diselaraskan dengan Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN).
Perguruan tinggi diharapkan dapat menyelaraskan hasil riset dengan target nasional.
Tujuannya agar penelitian tidak terpisah dari kebutuhan nyata di masyarakat dan negara, ujar Prof. Brian saat memberikan keterangan di Surabaya, Senin (11/5).
Menurut Brian, harmonisasi antara karya inovasi dan kebutuhan bangsa adalah kunci utama untuk menjawab tantangan zaman.
Perguruan tinggi kini dituntut untuk menghasilkan karya yang aplikatif, bukan sekadar dokumen ilmiah di atas kertas.
Inovasi Unggulan ITS: Dari Motor Listrik hingga Teknologi Pertanian
Dalam kunjungannya, Mendiktisaintek mengapresiasi berbagai produk inovasi ITS yang dinilai sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan saat ini. Beberapa produk unggulan tersebut antara lain:
1. Sepeda motor listrik dan transportasi ramah lingkungan.
2. Traktor listrik untuk efisiensi sektor pertanian.
3. Alat pemanjat kelapa canggih untuk membantu petani.
Produk-produk ini dianggap memiliki potensi besar dalam mendukung agenda swasembada pangan dan transformasi energi baru terbarukan di Indonesia.
Baca Juga: Petra Continuum 2026 Hadirkan Harmoni Lintas Generasi dalam Satu Kebersamaan
Memperkuat Ekosistem Entrepreneurial University
Rektor ITS, Prof. Bambang Pramujati, merespons positif arahan tersebut. Ia menegaskan bahwa ITS terus bertransformasi menjadi Entrepreneurial University.
Visi ini berfokus pada percepatan komersialisasi produk inovasi agar bisa langsung diserap oleh dunia industri.
ITS siap mendukung penuh agenda riset strategis nasional. ITS akan terus mendorong hilirisasi riset yang memberikan dampak solutif bagi masyarakat dan industri, tegas Bambang.
Selain pengembangan produk, kontribusi ITS juga diwujudkan melalui keterlibatan dosen-dosen ahli dalam tim pakar nasional penyusun kebijakan riset jangka panjang Indonesia.
Sinergi Perguruan Tinggi dan Dunia Industri
Prof. Brian menambahkan bahwa kemitraan dengan dunia industri adalah syarat mutlak bagi negara maju.
Ekosistem industri yang kuat harus ditopang oleh kualitas riset perguruan tinggi yang tangguh.
Kemdiktisaintek berkomitmen untuk terus memfasilitasi riset-riset dari ITS, terutama yang berbasis teknologi kuat.
Hal ini diharapkan dapat mempercepat kemandirian bangsa di sektor maritim, otomotif listrik, hingga teknologi pertahanan negara.(rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan