RADAR SURABAYA – Penjualan mobil listrik (battery electric vehicle/BEV) di Indonesia melonjak drastis sepanjang 2025 dengan kenaikan lebih dari 141 persen dari tahun sebelumnya menjadi 103.931 unit.
Jumlah tersebut menyumbang di atas 12 persen dari total pasar otomotif.
Bahkan pada Oktober 2025, penjualan sempat mencetak rekor harian tertinggi.
Tren positif berlanjut ke awal 2026. Pada Januari 2026, penjualan mobil listrik mencapai 14.908 unit.
Sebagai pendatang baru di industri otomotif nasional, Polytron menunjukkan performa yang kompetitif di pasar kendaraan listrik Indonesia.
Melalui produk mobil listrik perdananya, Polytron berhasil mencatatkan penjualan yang mampu bersaing bahkan melampaui sejumlah merek otomotif global dari Jepang maupun Tiongkok.
Berdasarkan data penjualan wholesales yang dirilis oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sepanjang tahun 2025 Polytron telah mendistribusikan sebanyak 455 unit mobil listrik ke jaringan dealer.
Sementara dari sisi penjualan retail (dealer ke konsumen), tercatat 353 unit kendaraan berhasil terjual.
Capaian ini menempatkan Polytron di atas sejumlah merek otomotif internasional dalam hal distribusi wholesales.
Menunjukkan bahwa produk mobil listrik Polytron mulai mendapatkan perhatian dan kepercayaan dari pasar domestik.
Memasuki tahun 2026, Polytron mencatat distribusi wholesales sebanyak 82 unit, dengan penjualan retail sebesar 12 unit.
Berdasarkan data wholesales tersebut, Polytron menempati peringkat ke-25 mobil terlaris di Indonesia, mengungguli sejumlah merek global seperti DFSK, Citroen, BAIC, Lexus, Ford, Mini, Changan, Nissan, Subaru, Volkswagen, hingga Audi.
Sementara berdasarkan penjualan retail, Polytron berada di posisi ke-39, tepat di atas Volvo, Changan, dan Audi.
Saat ini Polytron menghadirkan satu model mobil listrik yang tersedia dalam dua varian, yaitu G3 dan G3+.
Kedua varian tersebut dirakit di fasilitas produksi PT Handal Indonesia Motor di Purwakarta, Jawa Barat.
Pada Januari 2026, Polytron tercatat memproduksi 154 unit kendaraan, sementara sepanjang tahun 2025 total produksi mencapai 531 unit
Mobil listrik Polytron dirancang dengan dimensi yang lapang dan performa yang kompetitif di kelasnya.
Dimensi kendaraan meliputi panjang 4.720 mm, lebar 1.908 mm, tinggi 1.696 mm, dan wheelbase 2.800 mm.
Dengan ukuran tersebut, kendaraan menawarkan kapasitas bagasi hingga 1.141 liter, dilengkapi dengan Electronic Tail Gate with Kick Sensor untuk meningkatkan kenyamanan pengguna.
Dari sisi performa, kedua varian memiliki spesifikasi utama, dengan jarak tempuh hingga 402 km (CLTC), kecepatan maksimum 150 km/jam, akselerasi 0–100 km/jam sekitar 9,6 detik, baterai Lithium Ferro Phosphate (LFP) 51.916 kWh, tenaga 150 kW dan torsi 320 Nm. (ara/opi)
Editor : Nofilawati Anisa