Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Literasi Digital Jadi Kunci Hadapi Ancaman di Media Sosial

Muhammad Firman Syah • Selasa, 10 Februari 2026 | 05:30 WIB

Ilustrasi Literasi Digital.
Ilustrasi Literasi Digital.

RADAR SURABAYA – Kemudahan berbagi informasi di media sosial ibarat dua sisi mata uang. Di satu sisi membuka peluang, di sisi lain menghadirkan berbagai ancaman. Semua bergantung pada sejauh mana masyarakat memiliki literasi digital yang memadai.

Literasi digital merupakan kemampuan untuk menemukan, mengevaluasi, memanfaatkan, membagikan, hingga menciptakan konten melalui teknologi informasi dan internet. Di era digital, keterampilan ini menjadi kebutuhan penting bagi semua kalangan, mulai dari pelajar, pekerja, hingga masyarakat umum.

Baca Juga: Gen Z Tak Mau Jadi Penonton, Bisnis Digital Jadi Pilihan Mulai Muda

Perkembangan teknologi dan akses informasi yang semakin luas menuntut individu tidak hanya mampu menguasai perangkat dan aplikasi digital, tetapi juga memahami serta menilai informasi yang diperoleh secara bijak, cerdas, dan bertanggung jawab. Minimnya pemahaman literasi digital, khususnya dalam penggunaan media sosial, berpotensi memunculkan berbagai risiko yang kerap luput disadari.

Sejumlah tantangan literasi digital yang dinilai merugikan masyarakat antara lain maraknya penipuan dan kejahatan digital. Beragam modus, mulai dari pembajakan akun media sosial hingga penipuan berkedok undian atau giveaway, terus berkembang dan semakin sulit dikenali. Kondisi ini menuntut kewaspadaan serta pemahaman terhadap ciri-ciri kejahatan digital.

Baca Juga: Menteri Komdigi : Jawa Timur Memiliki Potensi Besar Dalam Pengembangan sumber SDM Digital

Tantangan lain adalah masih tingginya penyebaran informasi palsu atau hoaks. Konten yang tidak melalui proses verifikasi dapat dengan cepat menyebar dan memengaruhi opini publik. Kemampuan memeriksa kebenaran informasi menjadi langkah penting sebelum suatu konten dipercaya atau dibagikan.

Media sosial juga kerap dipenuhi konten negatif, seperti ujaran kebencian, perundungan, dan diskriminasi. Paparan konten semacam ini berpotensi berdampak pada kesehatan mental pengguna. Kesadaran dalam mengelola penggunaan media sosial serta selektif memilih konten dinilai dapat meminimalkan dampak tersebut.

Di sisi lain, praktik investasi bodong masih terus mengintai masyarakat. Skema piramida, aset kripto fiktif, hingga tawaran keuntungan tidak masuk akal masih marak dijumpai. Peningkatan literasi keuangan digital dinilai penting untuk melindungi masyarakat dari praktik investasi ilegal.

Baca Juga: Pemandu Wisata Naik Level, Jadi Andalan Gen Z Produksi Konten

Ancaman lain yang belum mereda adalah pinjaman online ilegal. Layanan ini kerap menerapkan bunga tinggi dan metode penagihan yang tidak sesuai etika. Masyarakat diimbau memahami risiko pinjaman ilegal dan diarahkan untuk menggunakan layanan keuangan resmi serta terpercaya.

Penguatan literasi digital dinilai menjadi kunci agar masyarakat mampu memanfaatkan teknologi secara aman dan bertanggung jawab, sekaligus terhindar dari berbagai ancaman di ruang digital. (btl/fir)

Editor : M Firman Syah
#media sosial #aplikasi digital #Literasi Digital #konten negatif #teknologi