Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Hati-Hati! AI Bisa Lebih Cerdas dari Manusia, Jutaan Pekerja Berisiko Kehilangan Pekerjaan

Nurista Purnamasari • Minggu, 30 November 2025 | 18:39 WIB
Ilustrasi persaingan AI dan manusia.
Ilustrasi persaingan AI dan manusia.

RADAR SURABAYA - Ilmuwan komputer asal Inggris, Geoffrey Hinton, yang dikenal sebagai Bapak AI, kembali melontarkan peringatan keras mengenai dampak negatif kecerdasan buatan.

Dalam diskusi bersama Senator Bernie Sanders di Universitas Georgetown, Hinton menilai perkembangan AI yang begitu cepat berpotensi menjungkirbalikkan tatanan masyarakat.

Menurut Hinton, revolusi AI berbeda dengan revolusi teknologi sebelumnya yang justru menciptakan lapangan kerja baru.

Kali ini, ia menegaskan, jutaan pekerja berisiko kehilangan pekerjaan tanpa ada alternatif yang bisa dituju.

“Orang-orang yang kehilangan pekerjaan tidak akan memiliki pekerjaan lain untuk dituju,” ujarnya, dikutip dari Business Insider, Minggu (30/11).

Hinton menambahkan, jika AI mencapai kecerdasan setara atau bahkan melampaui manusia, hampir semua pekerjaan bisa digantikan oleh mesin.

“Jika AI menjadi secerdas manusia atau lebih cerdas, pekerjaan apa pun yang mungkin mereka lakukan bisa dikerjakan oleh AI,” imbuhnya.

Ia juga menyoroti para pemimpin teknologi seperti Elon Musk, Mark Zuckerberg, dan Larry Ellison yang dinilainya belum memikirkan konsekuensi sosial dari penggantian tenaga kerja manusia.  “Jika para pekerja tidak dibayar, tidak ada yang akan membeli produk mereka,” tegas Hinton.

Sebagai pionir deep learning, Hinton bersama Yoshua Bengio dan Yann LeCun pernah meraih Turing Award 2018 atas kontribusi besar dalam pengembangan jaringan saraf tiruan.

Namun sejak mundur dari Google pada 2023, ia konsisten menyuarakan kekhawatiran bahwa AI akan menciptakan pengangguran massal dan bahkan berpotensi mengancam eksistensi manusia.

 

Prediksi Masa Depan AI

Hinton memperkirakan pencapaian Artificial General Intelligence (AGI), sistem AI dengan kecerdasan setara manusia, bisa terjadi dalam waktu kurang dari 20 tahun.

Ia menilai model terbaru seperti GPT-5 sudah memiliki pengetahuan ribuan kali lebih banyak dari manusia.

Meski begitu, ia mengakui bahwa upaya menggantikan pekerja dengan agen AI masih menghadapi kendala, terutama di sektor layanan pelanggan.

Peringatan Geoffrey Hinton menegaskan bahwa perkembangan AI bukan hanya soal inovasi teknologi, tetapi juga ancaman serius terhadap stabilitas sosial dan ekonomi.

Dengan prediksi hilangnya jutaan pekerjaan, ia mengingatkan dunia agar lebih berhati-hati dalam mengembangkan kecerdasan buatan.

“Industri AI tidak akan bisa meraup untung tanpa menggantikan tenaga kerja manusia,” tutup Hinton. (net/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Geoffrey Hinton #AI #kecerdasan buatan #Ilmuwan Komputer #pekerjaan #teknologi