RADAR SURABAYA - Mulai 15 Januari 2026, layanan chatbot AI populer seperti ChatGPT dan Microsoft Copilot tidak lagi bisa diakses melalui WhatsApp.
Kebijakan ini muncul setelah WhatsApp memperbarui persyaratan layanan yang melarang distribusi chatbot AI selain buatan Meta.
OpenAI telah lebih dulu mengumumkan kepergian ChatGPT dari WhatsApp beberapa pekan lalu, sementara Microsoft baru menyampaikan pengumuman serupa pekan ini.
Keduanya menegaskan bahwa pengguna masih bisa mengakses layanan hingga batas waktu yang ditentukan.
OpenAI menyediakan opsi bagi pengguna untuk menghubungkan akun mereka agar riwayat percakapan dapat ditransfer ke aplikasi ChatGPT.
Sementara itu, Microsoft menyarankan pengguna Copilot mengekspor percakapan menggunakan fitur bawaan WhatsApp karena tidak tersedia opsi integrasi langsung.
Kebijakan baru ini terkait dengan aturan WhatsApp Business Solution yang diumumkan Meta pada Oktober 2025.
Aturan tersebut melarang perusahaan AI menggunakan API bisnis WhatsApp sebagai platform distribusi chatbot.
“Tujuan dari WhatsApp Business API adalah membantu bisnis menyediakan dukungan pelanggan dan mengirimkan update relevan,” kata juru bicara Meta kepada TechCrunch, dikutip, Kamis (27/11).
“Fokus kami adalah mendukung puluhan ribu bisnis yang membangun pengalaman ini di WhatsApp,” imbuhnya.
Meta sendiri semakin gencar mengintegrasikan Meta AI ke dalam WhatsApp. Dengan aturan baru ini, perusahaan memastikan tidak ada chatbot pihak ketiga yang bersaing langsung dengan layanan AI milik Meta.
Akibat perubahan tersebut, chatbot AI lain seperti Perplexity diperkirakan juga akan segera mengumumkan kepergiannya dari WhatsApp.
“Tujuan dari WhatsApp Business API adalah membantu bisnis menyediakan dukungan pelanggan dan mengirimkan update relevan. Fokus kami adalah mendukung puluhan ribu bisnis yang membangun pengalaman ini di WhatsApp,” ujar juru bicara Meta.
Dengan berakhirnya akses ChatGPT dan Copilot di WhatsApp, Meta menegaskan fokusnya pada pengembangan Meta AI sebagai chatbot utama dalam platform.
Mulai 15 Januari 2026, pengguna WhatsApp yang ingin berinteraksi dengan chatbot hanya dapat menggunakan layanan resmi buatan Meta, menandai perubahan besar dalam ekosistem percakapan digital. (net/nur)
Editor : Nurista Purnamasari