Radar Surabaya — Fitur baru Facebook bernama Camera Roll Sharing Suggestions tengah menjadi sorotan karena dinilai berpotensi mengancam privasi pengguna. Fitur ini memungkinkan aplikasi mengakses foto di galeri ponsel untuk memberi saran unggahan atau editan berbasis kecerdasan buatan (AI).
Meski diklaim bersifat opsional, sejumlah pengguna melaporkan fitur tersebut aktif tanpa izin yang jelas. Meta, perusahaan induk Facebook, menyatakan fitur ini masih dalam tahap uji coba di Amerika Serikat dan Kanada.
“Tujuannya untuk mempermudah pengguna menemukan momen berharga di galeri dan membagikannya dengan cepat,” demikian pernyataan resmi Meta yang dikutip dari laman TechCrunch, Selasa (28/10).
Namun, pakar keamanan siber memperingatkan potensi risiko kebocoran data pribadi, terutama jika pengguna tidak memahami cara kerja izin galeri. Pengguna di Indonesia disarankan segera memeriksa pengaturan aplikasi agar tidak memberikan akses otomatis terhadap foto pribadi.
Untuk menonaktifkan fitur Camera Roll Sharing Suggestions, pengguna dapat membuka aplikasi Facebook lalu masuk ke menu Privasi dan Pengaturan.
Setelah itu, pilih Pengaturan dan buka menu Camera Roll Sharing Suggestions. Pada bagian ini, matikan dua opsi yang tersedia hingga berwarna abu-abu, yakni “Get camera roll suggestions when you're browsing Facebook” dan “Get creative ideas made for you by allowing camera roll cloud processing”.
Dengan langkah tersebut, Facebook tidak lagi dapat memindai galeri maupun mengunggah foto ke cloud secara otomatis.
Dengan menonaktifkan dua opsi tersebut, Facebook tidak akan lagi memindai galeri maupun mengunggah foto ke cloud Meta secara otomatis.
Meski fitur ini belum tersedia di Indonesia, pengguna diimbau tetap waspada. Meta berpotensi memperluas uji coba ke negara lain dalam waktu dekat. Karena itu, penting untuk selalu membaca notifikasi izin yang muncul di layar sebelum menekan tombol “Izinkan.”
“Kesadaran digital itu penting. Jangan asal klik allow tanpa tahu konsekuensinya,” ujar pakar teknologi informasi asal Surabaya, Rizky, 32, (28/10).
Ia menambahkan, tindakan sederhana seperti menonaktifkan fitur otomatis dapat membantu melindungi data pribadi dari penyalahgunaan. (dwi/fir)
Editor : M Firman Syah