Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

YouTube Luncurkan Sistem AI Deteksi Deepfake, Kreator Kini Bisa Lindungi Wajah dan Suara Mereka

Nurista Purnamasari • Minggu, 26 Oktober 2025 | 14:05 WIB
Ilustrasi YouTube likeness-detection system.
Ilustrasi YouTube likeness-detection system.

RADAR SURABAYA - YouTube resmi meluncurkan sistem kecerdasan buatan terbaru yang dirancang untuk mendeteksi dan menangani konten deepfake yang meniru wajah atau suara kreator.

Langkah ini menjadi respons tegas platform milik Google terhadap meningkatnya ancaman penyalahgunaan teknologi AI generatif, terutama dalam bentuk video palsu yang semakin sulit dibedakan dari aslinya.

Fitur baru bernama likeness-detection system kini tersedia bagi kreator yang tergabung dalam YouTube Partner Program (YPP).

Sistem ini memungkinkan kreator meninjau dan meminta penghapusan video yang menggunakan citra atau suara mereka secara tidak sah, terutama jika digunakan untuk tujuan komersial atau menyesatkan.

Teknologi ini menggabungkan algoritma pengenalan wajah dan suara yang dilatih khusus untuk mendeteksi media sintetis di antara jutaan video yang diunggah setiap hari.

Cara kerjanya mirip dengan Content ID, sistem hak cipta YouTube, namun fokus utamanya adalah perlindungan identitas personal.

Sebelum mengakses fitur ini, kreator harus melalui proses verifikasi identitas yang ketat, termasuk pemindaian kode QR, unggahan foto ID resmi, dan perekaman video selfie.

Data tersebut digunakan untuk melatih model pencocokan dan divalidasi di server Google sebelum akses diberikan melalui YouTube Studio.

Setelah aktif, kreator dapat melihat daftar video yang terdeteksi meniru identitas mereka melalui dasbor khusus.

YouTube akan menampilkan judul video, nama kanal pengunggah, jumlah tayangan, dan tingkat keyakinan sistem bahwa konten tersebut dihasilkan oleh AI.

Kreator memiliki tiga opsi mengajukan penghapusan berdasarkan privasi, melayangkan klaim hak cipta, atau menyimpan video sebagai arsip dokumentasi.

Peluncuran likeness-detection system oleh YouTube menandai era baru dalam perlindungan identitas digital di tengah maraknya konten deepfake.

Dengan fitur ini, kreator memiliki kontrol lebih besar atas citra dan suara mereka, sekaligus memperkuat keamanan platform dari penyalahgunaan teknologi AI.

Langkah ini menunjukkan komitmen YouTube dalam menjaga integritas konten dan memberikan perlindungan nyata bagi para kreator di era digital yang semakin kompleks.

Netizen dan pelaku industri kreatif pun menyambut baik inovasi ini sebagai bentuk perlindungan hak personal yang semakin relevan. (nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#YouTube #AI #AI Generatif #kreator #video palsu #teknologi #deepfake