Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kemenkeu Siapkan Sistem AI untuk Awasi Pajak dan Cukai, Target Rampung dalam Tiga Bulan

Muhammad Firman Syah • Jumat, 24 Oktober 2025 | 18:46 WIB
Menkeu Purbaya saat meninjau sistem Bea Cukai yang akan diperkuat AI.
Menkeu Purbaya saat meninjau sistem Bea Cukai yang akan diperkuat AI.

Surabaya – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tengah mengembangkan sistem berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk memperkuat pengawasan di sektor pajak dan bea cukai. Langkah ini menjadi strategi pemerintah dalam menutup celah praktik curang seperti under invoicing yang selama ini merugikan penerimaan negara.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, pengembangan sistem AI tersebut akan difokuskan pada peningkatan sistem yang telah berjalan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, terutama pada platform Indonesia National Single Window (INSW).

“Dalam tiga bulan ke depan kita akan kembangkan sistem AI yang lebih siap di Bea Cukai,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Rabu (22/10).

Purbaya menjelaskan bahwa sistem INSW sebenarnya sudah terintegrasi, namun belum berfungsi optimal. Sistem itu belum mampu memantau secara langsung aktivitas kapal yang diduga terlibat dalam praktik under invoicing.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah akan memperkuat sistem dengan teknologi AI yang mampu menganalisis data perdagangan secara real-time untuk mendeteksi ketidaksesuaian nilai impor dan ekspor yang mencurigakan.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Kemenkeu akan membentuk tim khusus yang terdiri dari sepuluh ahli lintas disiplin.

“Kita bentuk tim, berisi sepuluh orang yang jago-jago di sana. Ada mathematician dan analis data untuk memastikan mereka bisa mengidentifikasi kebocoran perdagangan jika ada,” jelas Purbaya.

Selain memperkuat sektor bea cukai, penerapan AI juga akan diperluas ke sistem perpajakan. Menurut Purbaya, langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun sistem penerimaan negara yang terintegrasi dan transparan dari hulu ke hilir.

“Pajak juga sama nanti. Pada dasarnya kita akan perkuat sistem penerimaan kita dari monitoring ujung ke ujung,” katanya.

Penerapan teknologi AI di sektor fiskal diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengawasan, menekan potensi kebocoran penerimaan negara, serta memperkuat transparansi dan kepercayaan publik terhadap sistem keuangan nasional. (dwi/fir)

Editor : M Firman Syah
#Menkeu #Pajak dan Bea Cukai #sistem ai #Menkeu Purbaya #pengawasan