Radar Surabaya – Dunia siber kembali diwarnai dengan munculnya malware berbahaya bernama Stealerium, perangkat lunak berjenis Remote Access Trojan (RAT) yang mampu mengakses webcam, mencuri data pribadi, dan mengambil tangkapan layar tanpa diketahui pengguna. Temuan terbaru ini menegaskan bahwa ancaman siber kini semakin canggih dan dapat mengintai siapa pun yang terhubung ke internet.
Menurut laporan pakar keamanan siber, Stealerium tidak hanya menargetkan individu, tetapi juga perusahaan yang menyimpan data sensitif di perangkat mereka. Malware ini menyusup melalui tautan atau file berbahaya yang dikirim lewat email maupun pesan instan. Setelah aktif, sistem secara otomatis memberi akses bagi peretas untuk mengendalikan perangkat korban, merekam aktivitas layar, hingga membuka file pribadi tanpa izin.
Sebagai Remote Access Trojan, Stealerium memungkinkan pelaku mengambil kendali penuh atas perangkat dari jarak jauh. Malware ini dapat mencuri berbagai data penting seperti kata sandi, cookies, hingga kredensial akun media sosial. Lebih berbahaya lagi, Stealerium mampu menjalankan perintah otomatis untuk memantau aktivitas pengguna secara real time.
“Malware ini berbahaya karena dirancang menyerupai aplikasi biasa. Begitu dijalankan, korban tidak menyadari perangkatnya telah terinfeksi,” ujar seorang analis keamanan siber, dikutip Jumat (17/10).
Para ahli mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat mengunduh file dari sumber tidak dikenal, memperbarui sistem keamanan dan antivirus secara berkala, serta memeriksa izin aplikasi yang meminta akses ke kamera atau mikrofon. Selain itu, penerapan autentikasi dua faktor juga disarankan untuk memperkuat perlindungan data pribadi.
Kasus kemunculan Stealerium menambah panjang daftar ancaman digital yang mewarnai tahun 2025. Sebelumnya, sejumlah serangan serupa juga dilaporkan menargetkan pengguna di Indonesia, terutama melalui aplikasi bajakan dan ekstensi browser palsu yang digunakan tanpa kewaspadaan. (dwi/fir)
Editor : M Firman Syah