Radar Surabaya – Di tengah maraknya hiburan daring, muncul ancaman siber serius yang perlu diwaspadai. Malware baru bernama Screen Recording Malware (SRM) kini menjadi sorotan pakar keamanan digital karena kemampuannya merekam aktivitas layar sekaligus wajah pengguna melalui kamera depan tanpa sepengetahuan korban.
Apa Itu Screen Recording Malware (SRM)?
SRM adalah perangkat lunak berbahaya yang dirancang untuk menangkap tampilan layar pengguna, baik dalam bentuk gambar maupun video. Beberapa varian juga mengakses webcam dan mikrofon, memungkinkan peretas memantau ekspresi dan kegiatan korban secara real-time.
Bagaimana SRM Mengancam Privasi
Kemampuan invasif SRM membuatnya menjadi salah satu ancaman siber paling serius saat ini.
1. Merekam Wajah Secara Rahasia
Kamera aktif tanpa izin, merekam ekspresi saat menonton, bermain game, atau bekerja.
2. Mengambil Data Sensitif
Layar yang direkam dapat memperlihatkan kata sandi, transaksi keuangan, dan dokumen penting.
3. Memantau Aktivitas Harian
Beberapa versi mampu merekam suara, menelusuri pengetikan (keylogging) dan mengirim hasilnya ke server peretas.
4. Jalur Infeksi yang Perlu Diwaspadai
SRM biasanya masuk melalui celah keamanan atau perilaku pengguna yang kurang waspada.
5. Situs Streaming Ilegal
Skrip berbahaya tersembunyi di tombol “Play” palsu atau iklan pop-up.
Baca Juga: Riset Ungkap Kabel HDMI Rentan Jadi Media Spionase Siber Berbasis AI
6. Aplikasi Bajakan
Software gratis dari sumber tidak resmi sering disisipi malware.
7. Tautan dan Iklan Menyesatkan
Klik pada banner atau notifikasi mencurigakan bisa memicu unduhan otomatis.
Tanda-Tanda Perangkat Terinfeksi, Gejala infeksi SRM dapat dikenali melalui
1. Perangkat lebih lambat dari biasanya.
2. Kilatan hitam-putih di layar menandakan aktivitas perekaman.
3. File video atau gambar mencurigakan muncul di folder sistem.
4. Lampu indikator kamera menyala tanpa alasan jelas.
Langkah Pencegahan
1. Ahli keamanan menyarankan langkah berikut untuk melindungi perangkat.
2. Gunakan layanan streaming resmi seperti Netflix, Disney+, Vidio, atau Prime Video.
3. Periksa aktivitas aplikasi melalui Task Manager untuk mendeteksi proses asing.
4. Pasang antivirus dan ad blocker terpercaya, perbarui secara rutin.
5. Hindari tautan atau pop-up mencurigakan, terutama yang menawarkan hadiah berlebihan.
SRM menjadi pengingat bahwa keamanan digital tidak bisa dianggap remeh. Pengguna harus tetap waspada terhadap perilaku daring mereka untuk menjaga privasi dan data pribadi. (dta/fir)
Editor : M Firman Syah