Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tak Benar-Benar Hilang, Ini Teknologi yang Dipakai Polisi Pulihkan Data Ponsel Tersangka

Muhammad Firman Syah • Jumat, 10 Oktober 2025 | 17:48 WIB
Polisi Gunakan Alat Canggih Pulihkan Data HP.
Polisi Gunakan Alat Canggih Pulihkan Data HP.

Radar Surabaya — Data ponsel yang dihapus ternyata tidak sepenuhnya hilang. Dengan bantuan perangkat forensik digital berteknologi tinggi, kepolisian dapat memulihkan kembali berbagai informasi penting seperti komunikasi, foto, hingga lokasi yang tersimpan dalam ponsel tersangka. Teknologi ini kini menjadi instrumen krusial dalam penyelidikan kasus-kasus kejahatan siber.

Salah satu alat utama yang digunakan adalah Cellebrite UFED Touch, perangkat buatan Israel yang juga dipakai lembaga penegak hukum dunia seperti FBI, Interpol, hingga Polri. Alat ini mampu mengekstraksi data tersembunyi dari berbagai jenis ponsel, mulai dari Android, iPhone, hingga perangkat lama seperti BlackBerry, bahkan dari sistem yang telah diformat atau terkunci.

“Cellebrite memungkinkan penyidik untuk mendapatkan kembali data yang sebelumnya dianggap tidak bisa diakses lagi, termasuk pesan, foto, hingga data aplikasi terenkripsi,” ujar seorang analis forensik digital Puslabfor Mabes Polri.

Cara kerjanya dimulai dengan menghubungkan ponsel ke sistem UFED melalui kabel khusus. Setelah itu, perangkat akan melakukan pemindaian mendalam terhadap memori internal dan eksternal. Dalam hitungan menit, ribuan file dapat ditemukan kembali, mencakup riwayat panggilan, pesan singkat, lokasi GPS, serta dokumen digital yang sebelumnya dihapus.

Kemampuan tinggi tersebut menjadikan alat ini kerap digunakan dalam pengungkapan kasus penipuan daring, eksploitasi digital, hingga pelanggaran Undang-Undang ITE. Meski demikian, kemajuan teknologi forensik digital ini juga memunculkan kekhawatiran terkait privasi data pribadi.

“Teknologi forensik digital memang penting bagi penegakan hukum, tapi tetap harus dibatasi oleh regulasi agar tidak mengganggu hak privasi masyarakat,” ujar Riza Ananda, pakar keamanan siber dari Universitas Indonesia.

Saat ini, Cellebrite telah meluncurkan UFED Touch 2, versi terbaru dengan kemampuan ekstraksi tiga kali lebih cepat. Perangkat ini juga mendukung pengambilan data dari cloud storage serta aplikasi terenkripsi seperti WhatsApp dan Telegram. Hingga kini, teknologi tersebut telah digunakan di lebih dari 60 negara, menegaskan perannya dalam memperkuat sistem penegakan hukum berbasis digital di era modern. (dwi/fir)

Editor : M Firman Syah
#alat canggih #polisi #handphone #pemulihan data #teknologi