Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dari SMS ke IoT, Begini Transformasi HP di Indonesia Hingga 5G

Muhammad Firman Syah • Jumat, 26 September 2025 | 20:04 WIB
Perjalanan HP di Indonesia, dari ponsel berat 430 gram hingga smartphone berbasis 5G.
Perjalanan HP di Indonesia, dari ponsel berat 430 gram hingga smartphone berbasis 5G.

Radar Surabaya – Teknologi komunikasi di Indonesia mengalami transformasi besar sejak pertengahan 1980-an hingga memasuki jaringan generasi kelima (5G). Dari perangkat berukuran besar dengan fungsi terbatas, kini handphone (HP) berevolusi menjadi smartphone serbaguna yang terintegrasi dengan berbagai aspek kehidupan.

Pada 1985, Indonesia mulai mengenal telepon seluler generasi pertama (1G) berbasis Nordic Mobile Telephone (NMT). Perangkat NMT-450 dan NMT-470 saat itu berbobot sekitar 430 gram, dengan daya baterai hanya mampu digunakan untuk panggilan maksimal 35 menit. Harga perangkat yang mencapai Rp10 juta membuatnya hanya terjangkau kalangan tertentu.

Era 2G hadir pada 1993 melalui sistem Global System for Mobile (GSM) yang mengubah komunikasi analog menjadi digital. Ukuran ponsel menjadi lebih ringkas, ditambah kartu SIM yang memudahkan pengguna berganti perangkat tanpa harus mengganti nomor.

Menjelang milenium, sekitar 1999, ponsel monophonic mulai populer. SMS menjadi layanan utama, didukung kartu prabayar seperti Simpati, Pro-XL dan Mentari. Jumlah pengguna telepon seluler saat itu mencapai 2,5 juta, sebagian besar pelanggan prabayar. Teknologi 2G juga memungkinkan layanan MMS dengan memanfaatkan GPRS berkecepatan 50 kb/s.

Memasuki awal 2000-an, teknologi generasi ketiga (3G) membawa layanan video call dan mempercepat adopsi smartphone. Kehadiran BlackBerry, iPhone dan ponsel Android menandai era layar sentuh dan komunikasi berbasis data.

Pada 2014, jaringan 4G berbasis LTE memperluas akses internet berkecepatan tinggi. Teknologi ini mendorong lahirnya berbagai layanan digital, mulai dari gim online, video conference, hingga media sosial yang mengubah pola interaksi masyarakat.

Jaringan 5G resmi diperkenalkan di Indonesia pada 2021. Meski masih terbatas di kota besar, teknologi ini menawarkan kecepatan internet lebih tinggi, kapasitas besar, serta latensi rendah yang memungkinkan perkembangan Internet of Things (IoT) berjalan lebih optimal.

"Dengan menelusuri jejak sejarah masuknya gadget di Indonesia, kita dapat melihat bagaimana teknologi telah menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat, mendorong inovasi, dan membuka berbagai peluang baru," tertulis dalam catatan perkembangan telekomunikasi.

Perjalanan panjang HP di Indonesia tidak hanya mencerminkan perkembangan teknologi, melainkan juga perubahan sosial dan ekonomi. Dari alat komunikasi sederhana, smartphone kini menjadi pusat aktivitas masyarakat modern. Ke depan, inovasi teknologi diperkirakan akan terus mengubah cara hidup, bekerja dan berinteraksi. (dwi/fir)

Editor : M Firman Syah
#IoT di Indonesia #indonesia #hp #smartphone #teknologi