Radar Surabaya - Kemajuan teknologi membuat gadget seperti smartphone dan tablet semakin melekat dalam keseharian remaja. Meski bermanfaat, penggunaan yang berlebihan justru dapat menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan mental.
Sejumlah pakar psikologi mengingatkan adanya risiko gangguan psikologis yang perlu diwaspadai.
Depresi
Remaja berpotensi mengalami rasa sedih berkepanjangan, kehilangan semangat, hingga hilangnya minat terhadap aktivitas yang sebelumnya menyenangkan.
Kesendirian
Interaksi sosial berkurang karena lebih banyak waktu dihabiskan bersama gadget ketimbang berkomunikasi langsung dengan keluarga atau teman.
Kecemasan (Anxiety)
Tekanan untuk selalu terhubung, takut tertinggal konten dan rasa gelisah saat tidak dapat mengakses gadget dapat memicu gangguan kecemasan.
Agresi
Batasan penggunaan gadget kadang memicu reaksi emosional atau perilaku agresif pada remaja.
Kurang Empati
Interaksi digital yang dangkal berpotensi menurunkan kemampuan memahami emosi dan perasaan orang lain.
Fobia Sosial
Kebiasaan mengganti tatap muka dengan interaksi maya dapat menimbulkan kecanggungan bahkan ketakutan saat berinteraksi langsung.
Kontrol Emosi Lemah
Respons cepat terhadap notifikasi atau komentar membuat sebagian remaja sulit mengendalikan emosi dan impuls.
Meski begitu, gadget bukan sepenuhnya membawa dampak negatif. Persoalan muncul saat penggunaannya tidak terkendali. Para ahli menyarankan pembatasan durasi penggunaan, meningkatkan interaksi sosial tatap muka, serta memilih konten yang sehat sebagai langkah pencegahan. (wfq/fir)
Editor : M Firman Syah