SURABAYA – Hampir semua perangkat portabel yang kita gunakan hari ini—mulai ponsel, laptop, hingga mobil listrik—berutang pada satu nama: Alessandro Volta. Fisikawan asal Italia itu bukan sekadar penemu baterai pertama, melainkan peletak fondasi peradaban modern yang tak bisa lepas dari energi portabel.
Lahir di Como, Italia, 18 Februari 1745, Volta sempat dianggap lambat karena baru bisa bicara di usia empat tahun. Namun, stigma itu sirna saat ia tumbuh menjadi ilmuwan brilian di bidang fisika dan kimia. Karier akademiknya melesat hingga ia menjabat profesor di University of Pavia.
Puncaknya terjadi pada 1800. Volta menciptakan baterai pertama yang dikenal dengan nama tumpukan volta (voltaic pile). Susunannya sederhana cakram tembaga dan seng diselingi kain basah air garam. Tapi, dari rangkaian itu lahir arus listrik stabil dan berkelanjutan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya.
Penemuan tersebut dianggap terobosan besar. Untuk menghormati jasanya, satuan tegangan listrik diabadikan dengan nama Volt.
Setelah Volta, inovasi baterai terus bergulir. Tahun 1859, Gaston Planté memperkenalkan baterai timbal-asam yang bisa diisi ulang. Lalu, 1886, Georges Leclanché merancang baterai sel kering yang lebih praktis. Lompatan terbesar datang di era modern: baterai lithium-ion pada 1980-an. Teknologi ini memicu revolusi perangkat portabel dengan energi padat, ringan, dan tahan lama.
Kini, di tengah tren kendaraan listrik, baterai lithium-ion menghadapi tantangan: risiko kebakaran dan waktu isi ulang lama. Solusinya diyakini ada pada baterai solid-state. Berbeda dari lithium-ion, baterai ini memakai elektrolit padat, lebih aman, dan punya daya tahan panjang. Keunggulannya? Bisa mengisi daya hingga 80 persen hanya dalam 15 menit. Inovasi ini diyakini bakal menghapus kecemasan jarak tempuh para pemilik mobil listrik.
Raksasa otomotif seperti Toyota, Volkswagen, dan BMW sedang berpacu mengomersialkan teknologi ini. Kendalanya masih di biaya produksi dan skala manufaktur. Namun, banyak pihak meyakini solid-state akan menjadi standar baru industri otomotif global.
Dari tumpukan sederhana tembaga-seng hingga baterai canggih yang siap mengubah peta energi dunia, perjalanan ini jadi bukti bahwa penemuan brilian bisa menggerakkan peradaban. Warisan Volta bukan hanya tegangan listrik, tapi juga inspirasi bagi generasi inovator berikutnya. (wid/fir)
Editor : M Firman Syah