Radar Surabaya – CEO OpenAI sekaligus tokoh di balik ChatGPT, Sam Altman, mengungkapkan pandangannya mengenai masa depan dunia kerja yang diprediksi akan mengalami perubahan besar akibat kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan transportasi luar angkasa. Dalam pernyataannya, Altman menyampaikan bahwa anak-anak yang lahir hari ini kemungkinan akan bekerja di luar angkasa dalam satu dekade ke depan.
“Anak-anak yang baru lahir nantinya, akan bekerja di seluruh tata surya, dengan pekerjaan yang mendapatkan gaji tinggi, hanya dalam waktu sepuluh tahun ke depan,” ujarnya.
Altman meyakini bahwa perkembangan AI dan teknologi transportasi akan menciptakan jenis-jenis pekerjaan baru yang saat ini masih dianggap mustahil. Ia menyebut profesi seperti insinyur stasiun luar angkasa, peneliti tambang asteroid, hingga teknisi satelit berpotensi menjadi pekerjaan umum yang diminati dan bernilai tinggi di masa depan.
Lebih lanjut, Altman menggambarkan masa depan tersebut sebagai era pekerjaan yang tidak lagi terikat pada aturan administratif yang rumit, melainkan lebih menekankan pada kreativitas, pemikiran mendalam, serta kebebasan intelektual.
Ia juga menyoroti pentingnya kesiapan mental dan kemampuan adaptasi bagi generasi muda yang akan memasuki era kerja yang serba cepat dan penuh ketidakpastian. Tidak cukup hanya menguasai keterampilan teknologi, menurutnya, kemampuan berpikir kritis dan kesiapan menghadapi lingkungan kerja yang ekstrem juga menjadi kunci penting.
“Pekerjaan di masa depan mungkin tidak hanya tentang laptop dan kantor tetapi, juga harus memahami adanya gravitasi nol dan kehidupan di luar angkasa yang lebih spesifik," tambahnya.
Pernyataan Altman ini muncul di tengah kekhawatiran yang tengah dialami Generasi Z, terutama terkait sulitnya mendapatkan pekerjaan yang stabil, layak, dan berkelanjutan di tengah perubahan lanskap dunia kerja global.
Altman pun menekankan bahwa dunia pendidikan perlu segera beradaptasi. Ia mendorong sistem pendidikan untuk merancang kurikulum yang tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga literasi teknologi, kreativitas, serta kemampuan bekerja sama dengan mesin. Harapannya, generasi masa depan benar-benar siap menghadapi dunia kerja yang semakin futuristik dan kompleks. (acl/mel/fir)
Editor : M Firman Syah