Batam – Harapan masyarakat Indonesia untuk bisa membeli iPhone dengan harga lebih bersahabat tampaknya tinggal selangkah lagi menjadi kenyataan. Apple, melalui mitra manufakturnya asal Tiongkok, Luxshare-ICT, resmi membangun pabrik perakitan senilai Rp 16 triliun di Batam, Kepulauan Riau. Proyek megainvestasi ini ditargetkan mulai berproduksi sebelum Desember 2025 dan menyerap sedikitnya 2.000 tenaga kerja lokal.
Kabar tersebut disampaikan oleh Fary Djemy Francis, Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, yang menyebut proyek ini sebagai tonggak penting industrialisasi digital nasional.
"Kami mulai dari rencana investasi Apple di Batam. Vendor mereka, Luxshare-ICT, sudah mulai membangun pabrik dan ditargetkan berproduksi sebelum Desember 2025," kata Fary saat konferensi pers, Selasa (6/5).
Kehadiran pabrik ini dinilai akan berdampak langsung terhadap harga jual produk Apple, khususnya iPhone, di pasar dalam negeri. Dengan biaya produksi yang lebih murah dan pengurangan bea impor, harga iPhone, termasuk varian dengan kamera "boba" (triple-lens), diprediksi bakal lebih terjangkau bagi konsumen Indonesia.
Tak hanya Apple, BP Batam juga tengah menggagas berbagai proyek strategis lainnya untuk menjadikan Batam sebagai kawasan unggulan investasi nasional. Beberapa proyek besar yang tengah digenjot antara lain pembangunan panel surya energi baru terbarukan (EBT), kawasan PSN Rempang Eco-City, dan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
“Investasi ini punya daya saing tinggi karena jarang ada di tempat lain. Potensi ini akan kami maksimalkan,” ujar Fary, seraya menambahkan bahwa Batam juga mengembangkan pusat data skala besar di wilayah Nongsa, sebagai upaya memperkuat infrastruktur digital nasional.
Pimpinan BP Batam, Amsakar Achmad dan Li Claudia, turut menegaskan pentingnya kemudahan perizinan sebagai kunci keberhasilan investasi.
“Perizinan investasi jadi fokus utama. Ke depan, beberapa izin yang selama ini diproses di Jakarta akan dialihkan ke BP Batam,” kata Fary.
Kerja sama yang semakin erat dengan Singapura dan Malaysia juga disebut menjadi nilai tambah bagi Batam dalam menarik investor global. Dengan posisi strategis, insentif fiskal, dan dukungan penuh pemerintah pusat, Batam bersiap menjadi pusat manufaktur teknologi dunia di Asia Tenggara.
Jika semua berjalan sesuai rencana, maka tak lama lagi konsumen Indonesia bisa merasakan sensasi menggunakan iPhone rakitan dalam negeri dengan harga yang lebih bersahabat, dan tentu saja, rasa bangga atas produk buatan anak negeri. (div/fir)
Editor : M Firman Syah