Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pemerintah China Respons Popularitas Xiaohongshu di AS, Tanggapi "Pengungsi TikTok

Rahmat Adhy Kurniawan • Jumat, 17 Januari 2025 | 16:00 WIB
Pengguna TikTok di Amerika Serikat ramai-ramai beralih ke aplikasi Xiaohongshu atau RedNote.
Pengguna TikTok di Amerika Serikat ramai-ramai beralih ke aplikasi Xiaohongshu atau RedNote.

RADAR SURABAYA - Pemerintah China memberikan komentar terkait lonjakan jumlah pengguna baru asal Amerika Serikat (AS) yang mengunduh aplikasi media sosial Xiaohongshu (RedNote) buatan Tiongkok.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyatakan bahwa China selalu mendukung dan mendorong pertukaran budaya yang lebih kuat antara China dan negara-negara lain untuk mempererat hubungan masyarakat kedua negara.

Kepopuleran Xiaohongshu di AS mencuat setelah banyaknya pengguna TikTok yang beralih ke platform ini, sehingga muncul istilah "TikTok Refugee" di media China.

Aplikasi yang menggabungkan fitur Instagram dan Pinterest ini semakin dikenal dengan adanya tagar #TikTokRefugee yang populer, terutama di kalangan pengguna dari AS.

Guo Jiakun menegaskan bahwa penggunaan platform media sosial adalah pilihan pribadi. Hingga 14 Januari 2025, lebih dari 114.000 unggahan dengan tagar tersebut telah muncul, dengan lebih dari 2 juta pembicaraan.

Xiaohongshu, atau RedNote, pun menduduki peringkat pertama di Apple Store AS untuk unduhan aplikasi.

Kepopuleran Xiaohongshu terjadi menjelang potensi larangan TikTok di AS, yang akan diputuskan pada 19 Januari 2025 oleh Mahkamah Agung AS.

Jika TikTok tidak melakukan divestasi saham kepada pihak di luar China, aplikasi ini bisa dilarang di AS.

Xiaohongshu, yang didirikan pada 2013 sebagai platform gaya hidup, kini berkembang menjadi aplikasi media sosial yang juga memadukan e-commerce.

Pengguna dari China dan AS saling berbagi konten, seperti tips kehidupan di China, makanan, dan bahkan pelajaran bahasa Mandarin, dengan banyak konten menggunakan bahasa Mandarin.

Dengan sekitar 300 juta pengguna aktif global per Desember 2024, Xiaohongshu menawarkan pengalaman berbelanja yang lebih lancar tanpa memerlukan verifikasi SMS, sehingga lebih mudah digunakan oleh pengguna internasional.

Aplikasi ini juga tidak memiliki server terpisah untuk pengguna di dalam dan luar China, memungkinkan seluruh pengguna untuk terhubung langsung.

Sementara itu, AS masih khawatir terhadap TikTok sebagai ancaman keamanan nasional karena dimiliki oleh perusahaan teknologi China, ByteDance, yang dapat berpotensi mengakses data pribadi penggunanya di AS yang mencapai 170 juta orang.(rak)

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#rednote #Xiaohongshu #tiktok