Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

TikTok Terancam Diblokir di AS, Pengguna Ramai-Ramai Beralih ke Pesaingnya di China, RedNote

Jay Wijayanto • Rabu, 15 Januari 2025 | 23:38 WIB
TikTok terancam diblokir di AS, pengguna banyak beralih ke RedNote.
TikTok terancam diblokir di AS, pengguna banyak beralih ke RedNote.

RADAR SURABAYA - Lebih dari 100 ribu pengguna TikTok di Amerika Serikat telah beralih secara massal ke platform milik China bernama RedNote, usai TikTok terancam diblokir di Negeri Paman Sam itu, kecuali perusahaan induknya, ByteDance, menjual platform tersebut.

RedNote atau yang dikenal di Tiongkok sebagai Xiaohongsu (小红书) berasal dari Bahasa Mandarin yang artinya ‘buku merah kecil’.

Aplikasi ini adalah platform media sosial dan e-commerce yang berfokus pada konten gaya hidup, ulasan produk, dan rekomendasi belanja.

Platform ini menonjolkan konten berbasis komunitas, sehingga pengguna dapat membagikan pengalaman pribadi seperti ulasan produk, tips perjalanan, resep, hingga tutorial kecantikan.

Aplikasi ini menawarkan fitur-fitur yang mengingatkan pada TikTok, tak heran banyak warganet AS yang mulai ‘mengungsi’ ke aplikasi pesaing ini.

“TikTok itu sebenarnya punya potensi yang besar banget. Kalau misalnya kita cari informasi, bahkan sekarang Google, tuh kalah. Kasarnya, kadang kita bisa mencari informasi di TikTok gitu,” jelas Teddy Cahyadi, kreator konten asal Indonesia di New York, yang merasakan dampak dari pemblokiran TikTok di AS, mengutip dari VOA Indonesia.

Pemblokiran TikTok di Amerika Serikat bermula dari kekhawatiran pemerintah negeri Paman Sam terhadap isu keamanan nasional dan privasi data pengguna.

Pada tahun 2020, pemerintahan Donald Trump mengeluarkan perintah eksekutif yang menuduh TikTok, aplikasi berbagi video pendek milik perusahaan Tiongkok, ByteDance, mengancam keamanan negara.

Ancaman keamanan nasional menjadi dasar disahkannya UU pelarangan TikTok oleh Kongres AS dan Presiden AS Joe Biden pada April 2024.

UU itu menyatakan jika ByteDance sebagai perusahaan induk TikTok tidak menjual aplikasi tersebut ke perusahaan AS, maka TikTok akan diblokir pada 19 Januari 2025.

Namun TikTok berulang kali membantah tuduhan tersebut dengan menyatakan bahwa data pengguna Amerika disimpan di server yang terletak di luar Tiongkok.

Namun, ketegangan terus meningkat. ByteDance sendiri telah menyatakan tidak akan menjual platformnya itu, meski sejumlah investor telah menunjukkan minat untuk membelinya.

Pada 13 Desember 2024, Pengadilan Banding Amerika Serikat untuk Distrik Columbia menolak permintaan TikTok untuk perpanjangan waktu terkait keputusan yang mewajibkan ByteDance menjual aset TikTok di AS.

Setelah penolakan ini, TikTok menghadapi tenggat waktu hingga 19 Januari 2025 untuk mematuhi perintah tersebut.

Sebagai upaya terakhir, ByteDance kembali mengajukan permohonan kepada Mahkamah Agung AS pada 16 Desember 2024 untuk membatalkan perintah penjualan tersebut. Namun, hingga kini, belum ada keputusan apakah Mahkamah Agung akan menerima permohonan tersebut.

Jika tidak ada perubahan, lebih dari 100 juta pengguna TikTok di Amerika akan kehilangan akses ke platform tersebut mulai tanggal tersebut.

Situasi ini menimbulkan ketidakpastian bagi jutaan pengguna TikTok di AS dan dapat berdampak signifikan pada operasi global perusahaan. Perkembangan selanjutnya akan sangat bergantung pada keputusan Mahkamah Agung dan respons ByteDance terhadap perintah penjualan tersebut.

Sementara itu, pihak RedNote menyambut hangat para pengguna TikTok yang beralih ke aplikasi logo merah tersebut.

Dikutip dari Reuters, hanya dari dua hari sebanyak 700.000 pengguna telah bergabung dan menjadikan aplikasi yang paling banyak diunduh di AppStore AS pada Senin (13/1). Terdapat 63.000 unggahan dengan tagar "TikTok Refugee" (pengungsi TikTok), di mana pengguna baru diajarkan cara menggunakan aplikasi dan frasa dasar bahasa Mandarin. (feb/jay)

Editor : Jay Wijayanto
#amerika serikat #donald trump #rednote #netizen #tiktok #Presiden Joe Biden