Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Jangan Suudzon, Ini 10 Alasan Orang Mematikan Centang Biru di WhatsApp Menurut Psikolog

Jay Wijayanto • Rabu, 15 Mei 2024 | 00:55 WIB
Ilustrasi pengguna WhatsApp.
Ilustrasi pengguna WhatsApp.

RADAR SURABAYA – Laporan terbaru We Are Social menyebutkan bahwa WhatsApp adalah aplikasi media sosial terpopuler dan paling banyak digunakan di Indonesia pada Januari 2024.

Dari seluruh pengguna internet di Indonesia yang berusia 16—64 tahun, mayoritas atau 90,9 persen pengguna ponsel tercatat memakai aplikasi pesan instan yang dibuat oleh Brian Acton (AS) dan Jan Koum (Ukraina) pada 29 Februari 2009 itu.

Salah satu fitur yang ada di WhatsApp dan biasnya terpasang otomatis adalah centang biru. Fitur centang biru ini menandakan pesan yang dikirim seseorang telah dibaca oleh orang yang ditujunya.

Namun demikian, ada individu yang memilih untuk mematikan fitur ini. Entah apa alasannya, privasi ataukah sekadar tak ingin diganggu dengan pesan yang belum tentu penting, namun mematikan fitur centang biru ini mengungkapkan banyak hal tentang kepribadian seseorang.

Dikutip Jawapos.com dari Digital Daze, psikologi modern telah mengidentifikasi berbagai ciri yang mungkin dimiliki oleh mereka yang memilih untuk menyembunyikan status baca pesan mereka dengan mematikan fitur centang biru di WhatsApp.

Berikut ini sepuluh ciri-ciri dari psikologi orang yang memilih mematikan centang biru di WhatsApp-nya.

Simak dan pahami agar Anda tidak salah paham, dan mungkin Anda akan menggunakannya di sebuah kesempatan. 

1. Sibuk dan Fokus Kerja

Orang yang sibuk dan produktif mungkin mematikan centang biru untuk menghindari gangguan. Mereka tidak ingin terjebak dalam lingkaran ‘balas-membalas’ pesan, dan mereka lebih memilih untuk fokus pada pekerjaan atau tugas mereka.

2. Ingin Dihargai Privasinya

Orang yang mematikan centang biru mungkin sangat menghargai privasi mereka. Mereka tidak ingin orang lain mengetahui kapan mereka online atau kapan mereka telah membaca pesan. Hal ini bisa jadi karena mereka ingin memiliki kontrol atas informasi yang mereka bagikan dengan orang lain.

3. Menghindari Tekanan Sosial

Beberapa orang merasa tertekan untuk segera membalas pesan ketika mereka melihat centang biru. Mematikan centang biru dapat membantu mereka menghindari tekanan ini dan membalas pesan dengan santai.

4. Misterius

Mematikan centang biru dapat menambah aura misteri bagi seseorang. Hal ini dapat membuat mereka lebih menarik bagi orang lain yang ingin mengetahui apa yang mereka lakukan.

5. Memiliki Kepribadian Introvert

Orang yang introvert mungkin lebih suka menghabiskan waktu sendirian dan tidak ingin selalu terhubung dengan orang lain. Mematikan centang biru dapat membantu mereka untuk menjaga ruang pribadi mereka.

6. Tak Peduli Kata Orang Lain

Orang yang mematikan centang biru mungkin tidak peduli dengan apa yang orang lain pikirkan tentang kebiasaan mereka. Mereka memilih untuk melakukan apa yang mereka rasa terbaik untuk diri mereka sendiri.

7. Fokus Dunia Nyata

Orang yang mematikan centang biru mungkin lebih suka menghabiskan waktu di dunia nyata daripada di dunia maya. Mereka tidak ingin terobsesi dengan notifikasi dan pesan WhatsApp.

8. Ingin Melindungi Kesehatan Mental

Membandingkan diri sendiri dengan orang lain di media sosial dapat berdampak negatif pada kesehatan mental. Mematikan centang biru dapat membantu orang untuk menghindari hal ini.

9. Korban Stalking Berlebihan atau Pelecehan Online

Dalam beberapa kasus, orang yang mematikan centang biru mungkin pernah menjadi korban stalking berlebihan yang dilakukan beberapa orang atau pelecehan online. Mematikan centang biru dapat membantu mereka untuk melindungi diri mereka dari hal ini.

10. Menyukai Kebebasan

Orang yang mematikan centang biru mungkin menyukai kebebasan untuk merespon pesan kapanpun mereka mau. Mereka tidak ingin terikat dengan ekspektasi orang lain untuk segera membalas pesan.

Pendapat dari Dr. Ramon Alvarez, seorang peneliti di bidang perilaku online ini juga layak disimak. Ia menghadirkan perspektif alternatif.

“Mematikan centang biru dapat juga menunjukkan rasa kemandirian. Ini adalah cara bagi pengguna untuk menegaskan 'Saya hidup sesuai jadwal saya sendiri.”'

Menariknya, penelitian Alvarez menunjukkan hubungan antara kelompok ini dengan kepribadian introvert.

Bukan individu yang suka menyendiri, tetapi mereka yang lebih memprioritaskan refleksi diri daripada keterlibatan konstan dalam dunia digital.

Namun ingat tidak semua orang yang mematikan centang biru memiliki semua ciri-ciri ini. Sebab ada banyak alasan lain mengapa seseorang memilih untuk mematikannya. (jpc/dd/jay)

Editor : Jay Wijayanto
#centang biru #psikologi #WhatsApp #pesan instan