YOUTUBE mengumumkan bahwa monetisasi platformnya saat ini didominasi oleh konten berdurasi pendek, khususnya Youtube Shorts.
Lebih dari seperempat dari total kanal yang ada di Youtube saat ini berhasil menghasilkan pendapatan dari unggahan video pendek mereka, yang menjadikan Youtube Shorts sebagai fitur yang lebih signifikan dalam menarik penghasilan bagi para pembuat konten (content creator).
Pada tahun 2021, YouTube merilis format video Shorts yang memiliki durasi 60 detik atau kurang.
Dalam tiga tahun terakhir, karena pertumbuhannya yang pesat, YouTube pun memperkenalkan program Revenue Sharing melalui Program Mitra YouTube (YouTube Partner Program/YPP) untuk Shorts.
Kurang lebih setahun setelah YouTube mulai membagi pendapatan iklan dengan pembuat konten Shorts, platform tersebut melaporkan bahwa lebih dari tiga juta pembuat konten di seluruh dunia telah tergabung dalam Program Mitra.
Artinya, jumlah pembuat video Shorts yang mulai menghasilkan pendapatan dari platform ini mencapai ratusan ribu.
YPP sendiri pertama kali diperkenalkan pada 16 tahun yang lalu, dan saat ini telah diikuti oleh lebih dari 3 juta pembuat konten di seluruh dunia.
Thomas Kim, Direktur Produk untuk YPP, mengungkapkan bahwa lebih dari 25 persen dari pembuat konten yang tergabung dalam program tersebut telah berhasil menghasilkan keuntungan atau pendapatan dari Shorts.
"Sejak kami memperkenalkan pembagian keuntungan untuk Shorts, lebih dari 25 persen kanal YPP sekarang mendapatkan penghasilan melalui revenue sharing untuk Shorts," ujar Kim.
Mengutip Endgadget, pendapatan dari iklan dikumpulkan dan dibagi di antara pembuat konten yang memenuhi syarat, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti jumlah penayangan dan lisensi musik.
"Karena iklan di Shorts muncul di antara klip di feed, struktur bagi hasil untuk Shorts berbeda dengan konten berdurasi lebih panjang di YouTube,” tulis Endgadget.
YouTube menolak untuk memberikan rincian spesifik, namun menyatakan bahwa dalam tiga tahun terakhir, platform mereka telah membayar total sebesar 70 miliar dolar AS kepada pembuat konten.
Kata Todd Sherman, direktur produk Youtube short mengatakan bahwa saat ini kreator yang terlibat dengan konten video berdurasi pendek di youtube memiliki jumlah yang sangat banyak dengan jumlah penontot lebih dari 2 milliar per bulanya.
"Secara keseluruhan, orang-orang yang terlibat dengan video pendek terlibat dengan YouTube dalam jumlah yang luar biasa," ujar Todd.
"Dan jika Anda berpikir tentang skala Shorts, dia memiliki 2 miliar penonton bulanan, yang merupakan bagian besar dari YouTube. Serta lebih dari 70 miliar penayangan per hari," imbuhnya.
Ada potensi meningkatnya minat terhadap video pendek dalam beberapa bulan mendatang. TikTok, yang telah mencoba menyaingi YouTube dengan menambahkan fitur video berdurasi lebih panjang, kini menghadapi kemungkinan besar larangan di Amerika Serikat.
Meskipun belum pasti, jika pelarangan terjadi, YouTube kemungkinan akan menarik pengguna TikTok yang beralih.
Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat AS telah menyetujui RUU yang disebut "TikTok Act".
RUU ini bertujuan untuk menanggapi kekhawatiran terkait pengaruh TikTok, platform asal China, terhadap keamanan nasional, kebebasan berbicara, dan industri media sosial. (mg/jay)
Editor : Jay Wijayanto