BATERAI adalah salah satu komponen penting di smartphone, karena menjadi sumber energi untuk menjalankan berbagai fungsi dan aplikasi. Namun, baterai juga bisa mengalami kerusakan atau penurunan kualitas jika tidak dirawat dengan baik.
Tentu jika baterai soak atau mengalami penurunan kualitas maka smartphone tak akan bisa digunakan dalam waktu yang relatif lama. Artinya cepat tekor dan fungsinya terganggu.
Berikut beberapa tips dan cara untuk menjaga kesehatan baterai smartphone agar tetap awet dan tahan lama.
1. Hentikan Pengecasan Daya Baterai Setelah Terisi 100%
Menurut Gadgetren, banyak smartphone masa kini yang sudah memiliki fitur untuk memutus arus pengisian daya ketika sudah kondisi 100%. Namun, beberapa smartphone dengan harga terjangkau atau murah belum tentu memiliki kualitas komponen yang setara dengan kelas atas.
Untuk berjaga-jaga, sebaiknya Anda menghentikan proses pengecasan daya baterai apabila sudah penuh. Hal ini untuk mencegah arus tegangan yang dialirkan terus berjalan. Selain itu, terkadang pengisian daya baterai yang lama bisa menyebabkan smartphone menjadi panas.
2. Jangan Biarkan Daya Baterai Sampai 0% atau Habis Total
Gadgetren juga menyarankan untuk tidak membiarkan kondisi baterai dalam keadaan hingga 0%, apalagi dibiarkan dalam kondisi tersebut dalam waktu lama. Apabila smartphone hingga mati kehabisan baterai, maka membutuhkan tenaga ekstra untuk mengisinya sehingga membuat smartphone menjadi lebih panas dan lebih lama dalam pengisian daya baterai pada tahap awal.
Selain panas yang menjadi tinggi, reaksi kimia di dalam baterai akan menghasilkan gas berlebih ketika Anda sering mengecas daya baterai pada saat sudah 0% atau habis. Kini rata-rata baterai HP disarankan untuk dicas mulai dari kondisi 40%, 50%, atau 60% karena membuatnya mudah terisi dan tidak menimbulkan panas berlebih.
3. Matikan atau Jangan Gunakan HP Ketika Pengecasan Baterai Berlangsung
Meskipun smartphone masa kini memiliki berbagai perlindungan saat melakukan pengisian daya baterai pada saat kondisi menyala, namun ada baiknya Anda mematikan HP untuk mempercepat pengisian daya baterai agar tidak terbebani oleh sistem operasi maupun aplikasi yang aktif.
Baterai kerap kali lebih optimal dan punya umur lebih panjang apabila Anda mengecas HP dalam kondisi mati. Namun apabila Anda masih ingin mengisi daya baterai pada saat HP sedang menyala, sebaiknya jangan digunakan untuk menjalankan aplikasi atau game yang cepat memakan daya baterai karena akan menghasilkan panas berlebih. Hal ini juga disampaikan oleh Gadgetren.
4. Perhatikan Siklus Pengecasan Baterai HP
Siklus pengecasan baterai HP adalah jumlah kali baterai diisi ulang dari 0% hingga 100%. Setiap baterai memiliki batas siklus pengecasan yang berbeda-beda, tergantung dari jenis dan kualitasnya. Umumnya, baterai lithium-ion yang banyak digunakan oleh smartphone masa kini memiliki batas siklus pengecasan sekitar 300 hingga 500 kali.
Setelah melewati batas tersebut, kapasitas baterai akan menurun secara signifikan. Oleh karena itu, Anda harus menghindari melakukan pengecasan baterai secara berlebihan atau tidak perlu. Gadgetren menyarankan untuk mengecas baterai HP hanya ketika dibutuhkan, misalnya ketika daya baterai sudah di bawah 20%.
5. Jangan Terkena Suhu Ekstrim
Suhu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah bisa berdampak buruk bagi kesehatan baterai smartphone. Suhu yang terlalu tinggi bisa menyebabkan baterai mengembang, bocor, atau bahkan meledak. Sementara itu, suhu yang terlalu rendah bisa mengurangi kapasitas baterai dan membuatnya cepat habis.
Untuk itu, Anda harus menghindari menempatkan smartphone di tempat yang terkena sengatan matahari langsung, di dekat sumber panas, atau di dalam mobil yang terparkir di bawah sinar matahari.
Sebaliknya, Anda juga harus menghindari menempatkan smartphone di tempat yang terlalu dingin, seperti di dalam kulkas, di luar ruangan saat musim dingin, atau di ruangan ber-AC tanpa penutup. Gadgetren mengatakan bahwa suhu ideal untuk baterai smartphone adalah antara 15 hingga 35 derajat Celsius.
6. Nonaktifkan Fitur WiFi Otomatis
Fitur WiFi Otomatis adalah fitur bawaan yang ada di smartphone Android, yang berguna untuk menghubungkan smartphone dengan jaringan WiFi yang tersedia secara otomatis. Fitur ini memudahkan Anda untuk mengakses internet tanpa harus mengatur pengaturan WiFi secara manual.
Namun, fitur ini juga bisa menghabiskan banyak daya baterai, karena layanan terus berjalan di latar belakang ponsel. Untuk itu, Telset.id menyarankan untuk menonaktifkan fitur ini jika Anda ingin menjaga kesehatan baterai smartphone.
Berikut adalah cara menonaktifkan fitur WiFi Otomatis:
- Pertama-tama, buka aplikasi “Settings”
- Selanjutnya, ketuk opsi “Network & Internet”
- Di halaman berikutnya, ketuk “WiFi”
- Geser garis biru di opsi “Turn on WiFi Automatically” ke arah kiri untuk menonaktifkan fitur tersebut.
7. Nonaktifkan Fitur yang Tidak Perlu
Smartphone Android menawarkan banyak fitur-fitur pendukung, seperti GPS, Bluetooth, NFC, dan lain sebagainya. Fitur-fitur tersebut mungkin sangat berguna, tetapi jika tidak sedang digunakan Anda disarankan untuk menonaktifkannya. Alasannya karena selama fitur masih aktif, maka baterai bisa cepat boros dan jika dibiarkan maka dapat merusak baterai.
Telset.id mengatakan bahwa Anda bisa menonaktifkan fitur-fitur tersebut dengan cara sebagai berikut:
- Buka aplikasi “Settings”
- Ketuk opsi “Connected Devices”
- Di halaman berikutnya, Anda bisa menonaktifkan fitur Bluetooth, NFC, atau lainnya dengan menggeser garis biru ke arah kiri.
8. Charge Hanya Sampai 80–90%, Jangan Sampai Full
Tokopedia³ juga memberikan saran untuk menjaga kesehatan baterai smartphone, yaitu dengan mengisi daya baterai hanya sampai 80–90%, jangan sampai full. Hal ini karena baterai lithium-ion yang digunakan oleh smartphone memiliki karakteristik yang berbeda dengan baterai jenis lainnya. Baterai lithium-ion lebih suka diisi daya secara parsial, daripada secara penuh. Jika Anda sering mengisi daya. (gat/jay)
Editor : Jay Wijayanto